Hotel Tempat Karantina Corona di China Roboh

`Saya Ketakutan Sekali, Tangan-Kaki Gemeteran`

Quanzhou Xinjia Hotel, tempat karantina untuk orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien virus Corona di provinsi Fujian, China, ambruk, kemarin. 70 orang terjebak di dalam hotel tersebut. Tadi malam, proses evakuasi masih berlangsung. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Quanzhou Xinjia Hotel, tempat karantina untuk orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien virus Corona di provinsi Fujian, China, ambruk, kemarin. 70 orang terjebak di dalam hotel tersebut. Tadi malam, proses evakuasi masih berlangsung. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebuah hotel di Quanzhou, kota yang terletak di wilayah tenggara Provinsi Fujian, China runtuh. Hotel ini merupakan tempat karantina pasien Virus Corona atau Covid-19. Sedikitnya 70 orang terjebak.

Melalui video streaming yang diposting situs pro pemerintah, Beijing News, terlihat para pasukan penyelamat beraksi dengan pakaian terusan warna oranye. Mereka memanjat puing-puing hotel yang dibangun pada Juni 2018 dan terdiri dari 80 kamar, kemudian membawa korban ke ambulans.

"Saat itu, saya sedang berada di stasiun BBG. Tiba-tiba saja, terdengar bunyi yang sangat keras. Begitu saya melihat ke arah sumber bunyi, seluruh bangunan hotel sudah roboh. Debu di mana-mana. Pecahan kaca beterbangan," ungkap seorang saksi mata melalui video yang diposting di aplikasi streaming, Miaopai, Sabtu (7/3).

Wanita yang hanya menyebutkan diri dengan nama keluarganya, Chen, mengatakan kepada situs Beijing News, kerabat termasuk saudara perempuannya dikarantina akibat virus Covid-19 di hotel tersebut, sekembalinya dari Provinsi Hubei yang merupakan episenter wabah. "Saya sangat ketakutan. Tangan dan kaki saya sampai gemetaran," imbuhnya.

Berita Terkait : Total Suspect Corona di Indonesia Kini Berjumlah 23 Orang

Keluarga dan kerabatnya itu telah dijadwalkan untuk segera meninggalkan hotel tersebut, setelah menyelesaikan 14 hari masa isolasi. "Saya tidak dapat mengontak mereka. Semuanya tak menjawab telepon," ujar Chen. 

Ia mengatakan, pada saat kejadian dirinya sedang dikarantina di hotel lain. “Saya sangat khawatir. Tak tahu harus bagaimana. Mereka semua sehat. Setiap hari dicek suhu tubuh. Hasil tes lainnya juga normal," tambahnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak berwenang di distrik Licheng mengatakan, ada sekitar 70 orang berada di dalam gedung tersebut ketika runtuh. Dan Pemerintah Kota Quanzhou mengatakan, sekira 34 orang telah diselamatkan sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Sementara itu, People's Daily melaporkan, bahwa hotel tersebut telah dikonversi oleh pemerintah Kabupaten Licheng menjadi fasilitas pengawasan medis, untuk orang-orang dengan kontak dekat dengan pasien korona.

Berita Terkait : Hotel Tempat Karantina Corona Yang Roboh di China Tewaskan 10 Orang, 32 Dirawat di RS, 28 Masih Dicari

Seorang pria yang tinggal di seberang jalan dari hotel mengatakan, dia pikir keruntuhan itu adalah ledakan. “Aku baru saja makan malam dan tiba-tiba aku mendengar suara keras dan mengira itu ledakan. Baru setelah saya berlari ke balkon saya, saya melihat bahwa seluruh bangunan hotel telah runtuh," kata pria tersebut seperti dikutip dari South China Morning Post.

Menurut Kementerian Manajemen Darurat, sebanyak 147 petugas pemadam kebakaran dan 26 kru darurat berada di lokasi, untuk melakukan evakuasi terhadap para korban yang hingga saat ini masih terjebak di dalam gedung tersebut. Diketahui saat ini, para pejabat senior Dewan Negara dalam perjalanan ke Quanzhou, dan hotel tersebut memiliki 80 kamar dan dibuka pada Juni 2018.

Quanzhou adalah kota pelabuhan di Selat Taiwan, di Provinsi Fujian, yang berpenduduk 8 juta jiwa. Di Weibo yang merupakan platform sebangsa Twitter, video robohnya Hotel Quanzhou Xinjia sudah dilihat lebih dari 2 juta orang pada Sabtu (7/3) petang.

Para netizen China mendesak pemerintah untuk menginvestigasi robohnya hotel tersebut. Di China, kemarahan warga terhadap pemerintah sudah mulai bergejolak setelah wabah Covid-19 kian tersebar luas.

Berita Terkait : Hotel Tempat Karantina Corona di China Roboh, 70 Orang Terjebak

Saat ini, total warga China daratan yang terinfeksi virus Corona berjumlah 80.651, dan berakhir dengan 3.070 kasus kematian. Per Jumat (6/3), Pemprov Fujian melaporkan 296 kasus infeksi baru di wilayahnya. Sebanyak 10.819 orang dirawat di area observasi khusus, setelah diklasifikasikan sangat berpotensi terinfeksi Covid-19. [ASI]