Hotel Tempat Karantina Corona Yang Roboh di China Tewaskan 10 Orang, 32 Dirawat di RS, 28 Masih Dicari

Petugas berusaha keras mengevakuasi pasien yang tengah dimonitor status kesehatannya, terkait virus Corona atau Covid-19, di tengah reruntuhan Hotel Quanzhou Xinjia, Fujian, China, Sabtu (7/3) malam. (Foto: Weibo)
Klik untuk perbesar
Petugas berusaha keras mengevakuasi pasien yang tengah dimonitor status kesehatannya, terkait virus Corona atau Covid-19, di tengah reruntuhan Hotel Quanzhou Xinjia, Fujian, China, Sabtu (7/3) malam. (Foto: Weibo)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Manajemen Kedaruratan China melaporkan, enam orang tewas dalam musibah ambruknya Hotel Quanzhou Xinjia di Quanzhou, Fujian, China, Minggu (8/3).

Saat roboh pada Sabtu (7/3) pukul 19.30 waktu setempat, hotel itu tengah digunakan untuk mengkarantina individu yang sedang berada dalam tahap observasi virus Corona atau Covid-19.

Hari ini, sekitar pukul 11.30 waktu Beijing, pihak berwenang telah mengevakuasi 43 orang dari reruntuhan hotel tersebut. Dari jumlah tersebut, 10 orang dinyatakan meninggal dunia, 32 dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan, dan satu lagi baik-baik saja. Dan sisanya, sebanyak 28 orang, masih dicari.

Pihak berwenang mengungkap, saat awal kejadian pada Sabtu (7/3) malam, sekitar 70 orang terjebak dalam reruntuhan Hotel Quanzhou Xinjia.

Seperti dilaporkan media pemerintah Xinhua, pemilik hotel yang akrab disapa Yang, telah ditahan polisi. Saat ambruk, lantai 1 hotel tersebut sedang direnovasi.

Dari postingan video yang beredar di platform mirip Twitter, Weibo, pasukan penyelamat terlihat menyisir puing-puing hotel yang terdiri dari 80 kamar itu. Mereka berjuang menyelamatkan seorang wanita yang terperangkap di bawah puing-puing berat, dan membawa korban yang terluka ke dalam ambulans.

Berita Terkait : Total Suspect Corona di Indonesia Kini Berjumlah 23 Orang

Fasad hotel telah runtuh ke tanah. Kerangka baja bangunannya terlihat.

Seorang saksi mata mengaku langsung gemetaran, mendengar suara ambruknya hotel tersebut. "Saat itu, saya sedang berada di stasiun BBG. Tiba-tiba saja, terdengar bunyi yang sangat keras. Begitu saya melihat ke arah sumber bunyi, seluruh bangunan hotel sudah roboh. Debu di mana-mana. Pecahan kaca beterbangan," ungkap seorang saksi mata melalui video yang diposting di aplikasi streaming, Miaopai, Sabtu (7/3).

"Saya sangat ketakutan. Tangan dan kaki saya sampai gemetaran," menggigil," imbuhnya.

Wanita yang hanya menyebutkan diri dengan nama keluarganya, Chen, mengatakan kepada situs Beijing News, kerabat - termasuk saudara perempuannya - dikarantina di hotel tersebut, sekembalinya dari Provinsi Hubei yang merupakan episenter wabah. Sesuai aturan pemerintah setempat.

Keluarga dan kerabatnya itu telah dijadwalkan untuk segera meninggalkan hotel tersebut, setelah menyelesaikan 14 hari masa isolasi.

"Saya tidak dapat mengontak mereka. Semuanya tak menjawab telepon," ujar Chen.

Berita Terkait : `Saya Ketakutan Sekali, Tangan-Kaki Gemeteran`

"Saat ini, saya juga sedang dikarantina di hotel lain. Saya sangat khawatir. Tak tahu harus bagaimana. Mereka semua sehat. Setiap hari dicek suhu tubuh. Hasil tes lainnya juga normal," tambahnya.

Sejauh ini, Kota Quanzhou telah melaporkan 47 kasus virus Corona.

Saat roboh, Hotel Quanzhou Xinjia yang baru dibuka dua tahun lalu itu, tengah menjadi tempat observasi bagi orang-orang yang diduga pernah kontak dengan pasien yang telah terbukti positif Corona.

Dalam musibah ini, Pemkot Quanzhou menerjunkan 36 kendaraan penyelamat darurat seperti derek dan ekskavator, 67 kendaraan pemadam kebakaran, 15 ambulans, dan lebih dari 700 petugas pemadam kebakaran, petugas medis dan petugas penyelamat lainnya saat operasi berlangsung hingga malam.

Quanzhou adalah kota pelabuhan di Selat Taiwan, di Provinsi Fujian yang berpenduduk lebih dari 8 juta jiwa.

Di Weibo yang merupakan platform sebangsa Twitter, video tersebut sudah dilihat lebih dari 2 juta orang pada Sabtu (7/3) petang.

Berita Terkait : Hotel Tempat Karantina Corona di China Roboh, 70 Orang Terjebak

Robohnya Hotel Quanzhou Xinjia menjadi trending topic Weibo pada hari ini. Para netizen mendesak pemerintah untuk menginvestigasi robohnya hotel tersebut.

Di China, kisah tentang ambruknya gedung dan kecelakaan konstruksi bukanlah hal aneh. Lazimnya, hal ini dikaitkan dengan pertumbuhan penduduk yang cepat, pemotongan sudut oleh kontraktor, dan maraknya pelanggaran aturan keselamatan.

Sedikitnya, 20 orang tewas pada tahun 2016, ketika serangkaian bangunan bertingkat yang dibangun secara kasar dan penuh dengan pekerja migran runtuh di Kota Wenzhou bagian timur.

Sepuluh lainnya tewas pada tahun lalu di Shanghai, akibat runtuhnya sebuah bangunan komersial yang sedang direnovasi.

Di China, kemarahan warga terhadap pemerintah sudah mulai bergejolak setelah wabah Corona kian tersebar luas, dan telah merenggut lebih dari 3.300 nyawa di seluruh dunia. Dengan mayoritas kasus terjadi di China.

Per Jumat (6/3), Pemprov Fujian melaporkan 296 kasus infeksi baru di wilayahnya. Sebanyak 10.819 orang dirawat di area observasi khusus, setelah diklasifikasikan sangat berpotensi terinfeksi Covid-19. [HES]