RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Italia telah memperluas langkah-langkah darurat penanggulangan wabah virus Corona, yang meliputi pembatasan perjalanan dan larangan pertemuan publik. Seluruh wilayah Italia kini telah dikunci.

Senin (9/3), Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte memerintahkan warganya untuk tinggal di rumah, dan harus meminta izin bila hendak melakukan perjalanan penting.

"Keputusan terbaik hari ini adalah tetap tinggal di rumah. Masa depan kita, dan masa depan Italia ada di tangan kita. Saat ini, tangan punya tanggung jawab lebih dalam menentukan masa depan bangsa," ujar Conte, seperti dilansir SCMP, Selasa (10/3).

Baca Juga : Penasehat Keamanan Nasional AS Kena Corona

Warga Italia yang totalnya berjumlah 60 juta orang, hanya diperkenankan pergi untuk bekerja, alasan medis, atau hal-hal darurat lainnya sampai 3 April mendatang.

Foto: SCMP

Semua sekolah dan universitas di seluruh penjuru Italia telah ditutup pada pekan lalu, hingga 15 Maret, dan tidak akan dibuka kembali hingga bulan depan.

Pada Senin (9/3), Conte mengatakan saat ini Italia memasuki "darkest hours" alias masa-masa tergelap, meniru kata-kata terkenal mantan PM Inggris Sir Winston Churchill pada masa Perang Dunia II.

Baca Juga : Produk Minuman Karya Anak Bangsa Kembali Raih Penghargaan Kelas Dunia

"Dalam beberapa hari terakhir, saya ingat kalimat Churchill. Ini adalah saat tergelap. Tapi saya yakin, ini akan berhasil," ujar Conte kepada koran La Republicca.

"Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan menggunakan shock therapy yang masif. Untuk mengatasi kondisi darurat ini, kami akan menggunakan segenap sumber daya manusia dan ekonomi," imbuhnya.

Korban kematian akibat virus Corona Italia dilaporkan melonjak dari 366 menjadi 463, pada Senin (9/3). Jumlah kasus infeksi juga dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 24 persen dibanding hari Minggu (8/3).

Baca Juga : DNA Mitsubishi Pajero Sport Berawal Dari Balap Reli Dakar

Italia yang seluruh wilayahnya telah terjangkiti virus Corona, kini mencatat 9.172 kasus infeksi Covid-19 yang berujung dengan 463 kasus kematian. [HES]