RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin pagi disambangi Duta Besar Tunisia untuk indonesia Riadh Dridi dan Wakil Konsuler Chaouki Maoluey. Mereka disambut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Menurut Gufron, kehadiran Dubes dan Wakil konsuler Tunisia itu bertujuan meningkatkan kerja sama antara KPK dan Tunisia. “KPK selama ini sudah bekerja sama sejak 17 Desember 2017 dengan kedutaan Besar Tunisia untuk indonesia. Beliau (Duta Besar Riadh Dridi) hari ini hadir untuk melakukan evaluasi,” tutur Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta selatan, kemarin.

Baca Juga : Selangkah Lagi, Ibra Duet Dengan Mario Mandzukic

Menurut Ghufron, Tunisia ingin meningkatkan kerja sama dengan mempelajari praktik pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. sebaliknya, praktik-praktik antirasuah di Tunisia, kata Ghufron, mungkin bisa dipelajari dan diadopsi di Indonesia.

Selain itu, Tunisia juga ingin bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia mereka, dengan ikut melakukan capacity building di indonesia. “Itu yang menjadi pokok kesepakatan kita untuk kemudian dilakukan MOU yang sudah kita bahas bersama secara teknis,” terang Ghufron.

Baca Juga : Pandemi Tak Kunjung Usai, Bimbel Adaptasi Pembelajaran Online

Riadh Dridi mengamini pernyataan Gufron. Katanya, kerja sama antara Pemerintah Tunisia dan KPK itu fokus pengembangan metode terbaik dalam pemberantasan korupsi.

“Saya senang mendengar bahwa MOU kerja sama antara dua negara dan akan bekerja pada untuk mengembangkan kerja sama di banyak bidang, pengalaman pertukaran dan kerja sama dalam memberantas korupsi,” tandas Riadh Dridi. [OKT]