Total Lebih Dari 120 Kasus di 118 Negara

WHO Nyatakan Wabah Corona Sebagai Pandemi Global, Negara-negara Diminta Ambil Langkah Cepat dan Agresif

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Net)
Klik untuk perbesar
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, wabah Corona kini berstatus pandemi global, Rabu (12/3).

Penyebaran virus yang terus merajalela dan keparahan tingkat penyakit, dinilai terkait erat dengan lambannya upaya antisipasi.

Pandemi merupakan wabah penyakit yang terjadi pada geografis yang luas, atau menyebar secara global. Penyebarannya cenderung berupa transmisi lokal atau terjadi di masyarakat. Bukan kasus impor.

Menurut WHO, pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah korban atau infeksi, namun lebih kepada penyebaran geografisnya.

Berita Terkait : Arab Saudi Larang Warga Negara-negara GCC Masuk ke Mekkah dan Madinah

Status pandemi global ini disematkan WHO, setelah Eropa mencatat lonjakan kasus baru virus Corona. Termasuk, negara-negara korban Corona baru, yang telah melaporkan kasus kematian akibat virus tersebut.

Kondisi ini memaksa banyak negara untuk berupaya maksimal menekan laju penyebaran virus Corona.

Sejak pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada akhir Desember 2019, virus Corona telah menginfeksi lebih dari 120 ribu orang di 118 negara, dengan kasus kematian melampaui angka 4.500. Total pasien yang berhasil sembuh, sudah lebih dari 65 ribu orang.

Italia dan Iran adalah negara yang paling terdampak Corona, di luar China. Kasus kematian yang tercatat di kedua negara tersebut, masing-masing mencapai angka 827 dan 354.

Berita Terkait : Makin Menggila, WHO Naikkan Status Darurat Wabah Corona ke Level Tertinggi

"Sebelumnya, kita tak pernah melihat pandemi seperti yang dipicu oleh virus Corona seperti ini," ujar Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, seperti dikutip AFP, Rabu (11/3).

Tedros menambahkan, penetapan status pandemi global ini tidak akan mengubah sikap WHO terhadap kasus ini.

"Kami fokus pada tingginya tingkat penyebaran dan keparahan penyakit yang diakibatkan oleh virus Covid-19. Juga lambannya upaya antisipasi, dalam menekan laju penyebaran penyakit tersebut," papar Tedros.

Namun, Tedros tidak menyebut negara mana saja yang dinilainya tak cukup melakukan upaya antisipasi, atau negara mana saja yang perlu meningkatkan pengawasan.

Baca Juga : Kini Jokowi Lebih Banyak di Istana

"Yang pasti, kami mendesak negara-negara untuk mengambil langkah cepat dan agresif," tegasnya. [HES]