Lafaz Azan di Timteng Berubah: Ayo Kita Shalat, Jadi Shalatlah di Rumah

Azan/Ilustrasi (Grafis: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Azan/Ilustrasi (Grafis: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Negara-negara di Timur Tengah (Timteng) terus membatasi warganya keluar rumah untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Salah satunya dengan meminta warganya tidak shalat di masjid dulu. Lafaz azannya pun diubah dari ayo kita shalat jadi shalatlah di rumah.

Pergantian lafaz azan itu diketahui dari sebuah video yang di media sosial. Pada video itu, seorang muazin di Kuwait mengganti lafaz ayo kita shalat dengan salatlah di rumah kalian masing-masing. Bahkan sang muazin sampai menahan tangis.

Video berdurasi pendek ini dibagikan oleh Twitter resmi Al Jazeera @AJArabic. "Dalam nada sedih atas pemisahan para umat, masjid di #Kuwait menyerukan untuk berdoa di rumah sebagai bagian dari upaya memerangi wabah #corona," cuitnya akun tersebut.

Pada video lain yang beredar, yang diduga terjadi di negara Arab, lafaz azan juga mengalami penambahan shalatlah kalian di rumah kalian masing-masing.

Baca Juga : Presiden dan WapresSemoga Tidak Kena

Kementerian Urusan Wakaf dan Urusan Islam Kuwait mengumumkan, shalat lima waktu yang biasanya diadakan berjamaah di masjid, ditiadakan. Perubahan ini berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Fatwa itu menghilangkan keperluan untuk menghadiri salat pada hari Jumat di masjid dan mengizinkan mereka di rumah untuk melindungi orang-orang dari virus Corona," ungkap perwakilan otoritas agama setempat, dikutip Reuters.

Penambahan dan perubahan azan ini bukan hal yang aneh. Nabi Muhammad SAW pernah memerintah azan dengan perubahan lafaz ketika cuaca sangat dingin atau hujan deras.

Otoritas Kuwait juga meliburkan semua kegiatan dari 12-26 Maret. Namun, pelayanan publik yang layanan vital tetap buka. Selain itu, pihak berwenang telah melarang pertemuan di restoran, kafe, dan pusat komersial.

Baca Juga : Anies Gercep

Kuwait juga juga menutup penerbangan komersial dari dan ke Bandara Internasional Kuwait sejak Jumat lalu. Larangan penerbangan, tidak termasuk penerbangan kargo, akan berlanjut sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"Hanya penerbangan yang membawa warga negara Kuwait dan kerabat tingkat satu akan diizinkan masuk," kata juru bicara pemerintah.

Kuwait telah melaporkan 100 kasus virus corona pada hari Jumat, lima di antaranya telah pulih. Tidak ada kematian yang dilaporkan di negara ini. Sementara jumlah kasus baru di Timur Tengah tercatat melampaui 11.000 orang.

Hampir setiap negara di kawasan ini, kecuali Libya, Mauritania, Suriah dan Yaman, telah mengkonfirmasi kasus virus corona baru masuk ke negara mereka.

Baca Juga : Jubirnya Bersinar, Menkes Meredup

Sebelumnya, Arab Saudi juga telah melarang WNA memasuki negara itu untuk berziarah ke kota-kota suci umat Islam, yakni di Makkah dan Madinah. Masjidil Haram di Mekah, sempat ditutup sementara. Meski kini telah dibuka, jamaah dilarang menyentuh Hajar Aswad dan Kabah. [FAQ]