Gedung Putih: Siapa Saja Yang Tinggalkan New York, Wajib Karantina 14 Hari

Gedung Putih: Siapa Saja Yang Tinggalkan New York, Wajib Karantina 14 Hari
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gedung Putih menyerukan siapa saja yang pernah berada di New York dalam beberapa waktu terakhir, untuk mengkarantina diri selama 14 hari. Demi menekan laju penyebaran virus Covid-19, yang belakangan kian meluas di kota tersebut.

"Anda bisa saja sudah terpapar, sebelum meninggalkan New York. Karena itu, Setiap orang yang pernah berada di New York, harus mengkarantina diri selama 14 hari untuk memastikan virus tidak semakin menyebar," ujar dokter Departemen Luar Negeri AS sekaligus penasehat virus Wakil Presiden Mike Pence, Deborah Birx dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (24/3).

Terkait penannganan pandemi virus Corona, Wapres Pence mengatakan, pemerintah federal telah mengalokasikan banyak sumber daya ke wilayah New York. Termasuk, 4.000 ventilator atau alat bantu pernapasan dalam 24 jam ke depan.

Berita Terkait : Rand Paul, Senator AS Pertama Yang Kena Corona

"Kita berurusan dengan wilayah metropolitan Kota New York, yang kini berisiko tinggi. Saya ingin, orang-orang seluruh New York paham, bahwa kami bersama mereka," ungkap Pence seperti dikutip Bloomberg, Selasa (24/3).

Sebelumnya, Gubernur New York Andrew Cuomo mengecam Presiden Donald Trump karena mengandalkan kalangan korporat untuk mempercepat produksi ventilator.

"Anda tidak dapat menjalankan kebijakan ini atas dasar sukarela," kata Mr Cuomo saat konferensi pers di Jacob K. Javits Convention Center, Manhattan, yang kini diubah menjadi rumah sakit sementara.

Berita Terkait : Update Kasus Corona: 369 Positif, 32 Meninggal

Cuomo pun mengingatkan, agar pengadaan ventilator bisa segera dilaksanakan. Jika tidak, jumlah orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 di New York bisa bertambah banyak.

Cuomo juga mendesak Trump untuk menggunakan wewenang di bawah Undang-Undang Produksi Pertahanan era-Perang Dingin, yang dapat memaksa produsen membuat ventilator dan menyediakan modal yang cukup untuk memulihkan industri tersebut.

"Itu harus. Ini bukan anti-bisnis. Dunia bisnis justru akan menyambutnya. Saya sudah berbicara dengan kalangan bisnis, Anda tahu apa yang mereka katakan? 'Saya akan melakukannya, tapi perlu modal awal," pungkasnya. [HES]