Lockdown Diperpanjang Sampai 14 April, PM Muhyiddin Imbau Warga Malaysia Tak Panik

PM Malaysia Muhyiddin Yassin (Foto: SCMP)
Klik untuk perbesar
PM Malaysia Muhyiddin Yassin (Foto: SCMP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan lockdown di Malaysia yang semula dijadwalkan berakhir pada 31 Maret 2020, akhirnya diperpanjang hingga 14 April 2020.

Hal itu diumumkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Rabu (25/3) siang.

Berita Terkait : Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Karantina Diri di Rumah

"Saya telah mendapatkan informasi dari Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Negara. Tren saat ini menunjukkan berbagai kasus baru Covid-19 masih terus bermunculan, dan diprediksi masih akan terus berlanjut. Kondisi ini membuat kami harus memperpanjang masa lockdown, hingga 14 April 2020. Saya umumkan perpanjangan ini lebih awal, agar Saudara-saudara sekalian bisa lebih siap," papar Muhyiddin dalam pernyataan resminya, Rabu (25/3).

Terkait hal itu, Muhyiddin mengimbau warganya untuk tetap diam di rumah. Tidak ke mana-mana.

Berita Terkait : Lockdown Tak Pengaruhi Suplai Makanan Singapura-Malaysia

"Anda yang berada di kampung, tak perlu bergegas balik ke Kuala Lumpur pada pekan ini. Diamlah dulu di kampung, dan jangan ke mana-mana. Anak-anak yang semestinya kembali ke asrama, jangan balik dulu. Kantor-kantor yang masih ditutup, jangan buka dulu. Jika ada perkara penting yang akan diurus dalam tempo dua tiga minggu yang akan datang, rancanglah dari sekarang. Siapkan dengan baik. Jangan panik," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhyiddin juga mengimbau warga Malaysia jangan panik berlebihan, hingga menimbun bahan pangan. Karena pemerintah telah memastikan kecukupannya.

Berita Terkait : Lockdown 15 Hari, Prancis Terjunkan 100 Ribu Polisi Untuk Awasi Warga

"Meski masa lockdown ini diperpanjang, janganlah berpikir untuk menimbun bahan pangan. Kami pastikan, jumlah persediaan di negara ini mencukupi. Saya jamin, cukup untuk setiap orang," tegas Muhyiddin.

"Saya tahu, Anda terbebani dengan kondisi ini. Tapi, kita tak punya pilihan. Untuk keselamatan kita semua, lockdown terpaksa diperpanjang," imbuhnya. [HES]