Duta Besar Korea Selatan Untuk Indonesia Kim Chang-beom

Berbagi Kesuksesan Negaranya Tangani Corona

Duta Besar Korea Selatan Untuk Indonesia Kim Chang-beom. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Duta Besar Korea Selatan Untuk Indonesia Kim Chang-beom. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Korea Selatan (Korsel) merupakan salah satu negara yang memiliki kasus penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Namun, Korsel juga memiliki angka kesuksesan yang tinggi dalam menangani penyebarannya.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-Beom berbagi cerita keberhasilan negaranya menghambat penyebaran Covid-19 kepada Bengkel Diplomasi: Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), pekan lalu.

Korea Selatan memiliki cara unik untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Kami melakukan respons dinamis untuk masyarakat kami yang demokratis ini,” ujar Dubes Kim.

Penanganan efektif yang dilakukan Negeri Ginseng adalah 3T: Trace, Test dan Treat alias lacak, uji dan sembuhkan. “Pemerintah kami berkomitmen penuh untuk melawan virus ini. Kami menjunjung tinggi transparansi informasi agar semua warga mendapat kabar terbaru secara cepat dan terpercaya. Ini bisa mengurangi kepanikan warga,” jelasnya.

Untuk menekan penyebaran, pihak medis melacak pasien awal yang menderita Covid-19, melacak siapa saja yang bersentuhan dan berinteraksi dengannya dan menyembuhkan semua yang berkemungkinan terpapar.

Berita Terkait : Larang Warganya Ke Tanah Air

Dubes yang menyukai lagu In donesia ini mengatakan, Korsel telah melakukan tes Covid-19 setiap hari terhadap 18.000 orang. Hal inilah yang membuat Korsel bisa bertindak cepat.

“Korea telah memproses 18.000 tes per hari, dan total yang telah dites mencapai lebih dari 290 ribu. Dengan tes diagnosis yang sangat cepat ini kami dapat keterbukaan dan transparansi dengan berbagai cara. Misalnya kita memiliki aplikasi untuk memberi tahu orang-orang di mana infeksi virus ini telah diidentifikasi. Aplikasi peta sebaran dapat diunduh di telepon seluler,” tuturnya.

Cara kerja aplikasi ini bisa me nunjukkan warga tentang area mana saja yang menjadi epi sentrum penyebaran virus. Dengan adanya aplikasi ini, warga Korsel bisa punya gambaran untuk menghindari kawasan itu. Bukan hanya menunjukkan kawasan, tapi juga bangunan.

Tak hanya itu, Dubes Kim menjelaskan soal metode tes corona ala drive-thru yang hendak ditiru Indonesia. Dia menjelaskan tes corona ini gratis. tes ini dinilai sangat membantu karena bisa memangkas waktu bagi tim medis dan warga yang ingin melakukan tes diri. Drive-tru test ini juga mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit.

"Tes ini sangat sederhana. Anda hanya perlu melakukan registrasi di stasiun tes Covid-19. Jika Anda datang tanpa gejala, Anda membayar. tapi, jika Anda datang dengan gejala dan rekomendasi dokter, layanan ini gratis,” terangnya.

Berita Terkait : Irma Minta Pemerintah Libatkan Pemda dalam Penanggulangan Corona

Saat ini, ada 68 stasiun drivethru test Covid-19 di Korsel. Biasanya bentuk stasiun ini seperti tenda dengan aliran listrik di beberapa alat, tergantung lokasinya. Biasanya stasiun ini berada di lahan parkir atau lahan terbuka tanpa uang sewa.

Disebutkannya, biaya yang harus dikeluarkan untuk satu stasiun tes sekitar 12 ribu dolar AS atau sekitar rp 180 juta.

Dubes Kim mengatakan, kerja sama kompak pemerintah dan war ga Korsel merupakan kunci pen ting suksesnya penekanan pe nyebaran COVID-19 di negaranya.

“Setiap warga dengan sukarela mengkarantina diri di rumah. Mereka mengurangi aktivitas di luar rumah. Ini sangat membantu menekan jumlah pasien tertular,” terangnya.

Presiden Moon Jae-in juga mengucurkan 11,7 triliun won atau sekitar Rp 151 triliun untuk mengatasi epidemi Covid-19.

Berita Terkait : Perkembangan Virus Corona Terkendali

"Ini merupakan suntikan dana bantuanan terbesar dalam sejarah Korea Selatan untuk bidang medis,” jelas Dubes Kim.

Pada 19 Maret, Presiden Moon juga menggelontorkan dana darurat sebesar 50 triliun won atau rp 650 triliun untuk membantu bisnis yang terhenti akibat pandemi virus itu. [DAY]