Di Singapura, Nekat Keluar Rumah Padahal Lagi Cuti Sakit, Bisa Kena Denda Rp 112,38 Juta

Stasiun MRT Toa Payoh, Singapura kini menyediakan layanan mandiri ukur suhu tubuh (Temperature Self-Check Kiosk). (Foto: Strait Times)
Klik untuk perbesar
Stasiun MRT Toa Payoh, Singapura kini menyediakan layanan mandiri ukur suhu tubuh (Temperature Self-Check Kiosk). (Foto: Strait Times)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Warga Singapura yang memiliki gejala penyakit pernapasan akut dan telah diberikan cuti lima hari oleh dokter, tidak diperkenankan meninggalkan rumah sejak surat medis diterbitkan.

Hal ini ditegaskan Kementerian Kesehatan Singapura melalui Undang-undang Penyakit Menular.

Berita Terkait : Tips Olahraga di Luar Ruangan Bebas Virus Corona

Seperti dilansir The Straits Times pada Kamis (26/3), mereka yang melanggar, akan dikenai denda hingga 10.000 dolar Singapura (setara Rp 112,38 juta) atau hukuman penjara hingga 6 bulan. Bisa juga gabungan kedua sanksi tersebut.

Orang-orang ini hanya boleh meninggalkan rumah, untuk berobat.

Berita Terkait : Atasi Covid-19, Singapura Berikan Thermal Scanner Untuk Batam

Untuk diketahui, pada Februari lalu, pemerintah Singapura menganjurkan dokter untuk memberi cuti sakit 5 hari kepada pasien yang memiliki masalah pernapasan. Seperti demam, batuk, radang tenggorokan, hidung berair. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan laju penyebaran wabah Corona. [HES]