Inggris Nggak Punya UU Mengatur Perdana Menteri Pengganti

ExCeL London, Perusahaan Pameran Nasional Abu Dhabi (Adnec), tidak memungut bayaran kepada NHS Nightingale London yang menggunakan kawasan mereka untuk memberi pelayanan untuk masyarakat dalam mencegah virus Covid-19. (Foto Reuters)
Klik untuk perbesar
ExCeL London, Perusahaan Pameran Nasional Abu Dhabi (Adnec), tidak memungut bayaran kepada NHS Nightingale London yang menggunakan kawasan mereka untuk memberi pelayanan untuk masyarakat dalam mencegah virus Covid-19. (Foto Reuters)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Inggris ternyata tidak punya undang-undang yang mengatur pendelegasian kepemimpinan jika perdana menteri berhalangan, sakit atau mati di saat memimpin negara.

Contohnya seperti sekarang, Perdana Menteri Boris Johnson tengah dirawat di rumah sakit karena suhu tubuh yang tak kunjung turun setelah 10 hari sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya Johnson masih bisa menjalankan tugasnya lewat sambungan video. Namun, jika harus dirawat intensif seperti sekarang, siapa yang harus maju menggantikan tugas Johnson?

Berita Terkait : 16 Dokter Berguguran

"Kita belum pernah mengalami situasi seperti ini. Makanya kita tidak ada persiapan jika hal ini terjadi," ujar Profesor ilmu politik Institute for Government Catherine Haddon kepada Reuters.

Namun, kantor PM Inggris mengabarkan kalau Menteri Luar Negeri Dominic Raab yang diminta menggantikan Johnson jika memang diperlukan.

Kantor Perdana Menteri Inggris menyebut, perdana menteri bisa menunjuk menterinya yang mana saja untuk menjadi pengganti sementara. "Kali ini, setelah perdana menteri kepemimpinan bisa diserahkan kepada menteri luar negeri," pernyataannya.

Berita Terkait : China Ingin Menguji Keampuhan Vaksin Covid-19 di Luar Negeri, Kenapa?

Dulu, di era PM Winston Churchill pada tahun 50an, ia pernah menyembunyikan fakta bahwa dia tengah kena stroke. Bahkan Churchill muncul di parlemen dua bulan setelah kena serangan stroke.

Di tahun 2000an, Tony Blair mendelegasikan tugasnya sebagai PM kepada wakilnya, John Prescott. Saat itu, Blair menderita serangan jantung.

Untuk kasus PM Johnson, sejauh kondisinya masih memungkinkan, dia masih bisa melakukan sambungan video dengan menteri-menterinya. Namun, jika dia berhalangan, Menlu Raab menjadi pengganti sementara. [DAY]