3 Perawat Inggris Pakai Plastik Sampah Rawat Pasien Corona

Tiga perawat di Northwick Park Hospital memakai plastik sampah alat medis untuk melindungi diri mereka. Foto: dailymail
Klik untuk perbesar
Tiga perawat di Northwick Park Hospital memakai plastik sampah alat medis untuk melindungi diri mereka. Foto: dailymail

RMco.id  Rakyat Merdeka - Cerita kurangnya peralatan medis untuk menangani pasien Covid-19 bukan hanya terjadi di Indonesia. Di sejumlah negara, kondisi serupa juga terjadi. Salah satunya di Inggris. Laporan terbaru menyebut, tiga perawat terpapar virus corona karena hanya memakai plastik kantong sampah untuk melindungi badan mereka.   

Ketiga perawat ini bekerja di Northwick Park Hospital. Sejak bulan lalu, ketiganya terpaksa memakai plastik yang biasa digunakan untuk membungkus sampah rumah sakit, sebagai alat pelindung diri dari paparan virus corona. Ini terjadi karena kurangnya alat pelindung diri di rumah sakit itu. 

Baca Juga : Melawan Corona: Meredam Stigma, Menguatkan Sikap Pro-Sosial

Northwick Park Hospital merupakan rumah sakit Inggris pertama yang mendeklarasikan keadaan darurat setelah kebanjiran pasien yang positif Covid-19. Hingga kini dilaporkan, lebih dari separuh tenaga kesehatan di rumah sakit itu sudah terpapar corona. Banyak yang menyalahkan pimpinnan rumah sakit ini karena gagal mendatangkan peralatan yang cukup. 

Salah seorang perawat mengatakan, mereka terpaksa menggunakan plastik sampah karena rumah sakit kekurangan alat pelindung diri. “Kami membutuhkan alat pelindung diri yang memadai. Atau para perawat dan dokter akan segera mati,” ucap perawat itu. 

Baca Juga : DPR Senyap, DPD Diminta Pimpin Tugas Awasi Pemerintah

Menurut perawat ini, mereka terpapar corona karena merawat rekan mereka, sesama perawat dan dokter yang lebih dulu terkena corona dari pasien. Perawat dan dokter ini hanya ditempatkan di lorong rumah sakit karena semua kamar sudah penuh. [KRS]