Usai Bertengkar Dengan Bolsonaro, Menteri Kehakiman Brazil Mundur

Presiden Brazil Jair Bolsonaro (kiri) dan Menteri Kehakiman yang baru saja mengundurkan diri, Sergio Moro. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Presiden Brazil Jair Bolsonaro (kiri) dan Menteri Kehakiman yang baru saja mengundurkan diri, Sergio Moro. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kehakiman Brazil Sergio Moro yang merupakan salah satu tokoh populer dan berpengaruh di jajaran pemerintahan sayap kanan Jair Bolsonaro, memutuskan mundur pada Jumat (24/4).

Ia melepas jabatannya, setelah bertengkar dengan Presiden Bolsonaro, yang memecat orang di lingkaran dekatnya: Kepala Polisi Federal Brazil Mauricio Valeixo.

Mundurnya menteri bak selebriti ini berpotensi memicu konflik politik di tengah usaha keras Brazil, dalam memerangi pandemi Corona.

Berita Terkait : Prihatin, Dalam Sebulan, Brazil Kehilangan 2 Menkes

"Pencopotan kepala polisi federal tanpa alasan yang jelas, adalah campur tangan politik yang merusak kredibilitas saya dan pemerintah," kata Moro dalam pidato pengunduran dirinya, seperti dilansir The Guardian, Jumat (24/4).

"Saya harus melindungi biografi saya dan semua komitmen saya terhadap upaya-upaya pemberantasan korupsi, kriminal yang terorganisir, dan segala tindak kekerasan," imbuhnya.

Moro mengungkap, salah satu hal yang mendasari pencopotan Valeixo adalah kekhawatiran Bolsonaro terhadap berbagai penyelidikan federal, yang kini sedang digarap.

Berita Terkait : Jokowi Heran Harga Gula Dan Beras Masih Meroket

Media ternama Brazil, Correio Braziliense menyebut, Bolsonaro gerah dengan hasil investigasi polisi federal yang menyebut maraknya berita hoaks dan promosi protes anti demokrasi di Brazil mengerucut pada satu nama: Carlos Bolsonaro, anak Presiden Jair Bolsonaro.

Hanya dalam hitungan detik setelah Moro mengumumkan mundur, protes anti Bolsonaro langsung gegap-gempita memekakkan sejumlah kota besar di Brazil. Termasuk, wilayah pro Bolsonaro di Rio de Janeiro.

"Fora Bolsonaro! Fora Bolsonaro ("Bolsonaro keluar!")," teriak warga dari balik jendela dan balkon, sambil menabuh panci.

Baca Juga : Subsidi BBM Perlu Dialihkan ke Sektor Produktif 

Terkait hal ini, situs konservatif O Antagonista menilai, Bolsonaro mestinya mundur bila punya harga diri. "Kalau tidak mundur, proses pemakzulan akan dimulai. Dalam banyak kasus, pemerintahan model begini sudah kelar," tulisnya.
 Selanjutnya