Warganya Ditolak Berobat Corona di Swedia, Turki Langsung Kirim Pesawat Ambulans

Warganya Ditolak Berobat Corona di Swedia, Turki Langsung Kirim Pesawat Ambulans
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Turki bergerak cepat mengirim pesawat ambulans untuk menjemput warganya yang positif Corona di Swedia, Emrullah Gulusken dan empat anaknya:  Samira, Leyla, Emir Ali, dan Mahmut. Mereka ditolak menjalani perawatan Covid-19 di Swedia.

Seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (26/4), pesawat khusus itu menjemput Emrullah dan putra-putrinya di Bandara Malmo pukul 9 pagi waktu setempat.

"Leyla yang terhormat, kami mendengar suara Anda. Pesawat ambulans kami berangkat pukul 6 pagi (waktu Turki) dan kami datang ke Swedia," kata Koca dalam pesan Twitter, @drfahrettinkoca, mengatakan bahwa rumah sakit dan dokter di Turki siap untuk merawat ayahnya.

Berita Terkait : Ramadan Di Tengah Corona, Ulama Turki Ajak Doakan Petugas Medis

Putri-putri ekspatriat Turki itu pun berterima kasih kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan Menteri Kesehatan Fahrettin Koca atas bantuan tersebut.

“Saya tahu, negara akan mendukung kami. Apa pun yang terjadi. Mereka membuktikan bahwa mereka bersama kami di masa sulit ini, dan melakukan segala yang mereka bisa. Saya berterima kasih kepada Menteri Koca. Semoga Allah melindungi negara kami,” cuit Leyla.

Otoritas Ankara segera mengerahkan bantuan setelah Samira membagi video di media sosial, tentang kondisi ayahnya pada Sabtu (25/4).

Berita Terkait : Melawan Corona: Meredam Stigma, Menguatkan Sikap Pro-Sosial

Kedutaan Besar Turki di Stockholm segera menindaklanjuti kondisi warganya tersebut.

“Setelah seorang dokter memeriksa ayah saya, dia memanggil ambulans dan meminta ayah saya untuk dibawa ke rumah sakit. Dia didiagnosis Covid-19. Tapi, mereka mengirim ayah saya kembali ke rumah,” ungkap Leyla kepada Anadolu, Sabtu (25/4).

Leyla mengaku bangga jadi orang Turki, karena pemerintah Erdogan sigap merespon permohonannya.

Berita Terkait : Erdogan Batasi Oposisi Turki Bantu Penanganan Corona

“Kami bangga menjadi orang Turki. Pejabat Turki tidak menghentikan kontak, bahkan untuk sesaat. Mereka cepat mengirim pesawat ke Malmo. Ambulans pun siap membawa kami dari bandara. Semoga Allah melindungi negara kami,” ujar salah satu putri Gulusken, Samira. [DAY]