Kita Tiap Hari Hitung Jumlah Korban Corona

Khamenei: Siapa Yang Menghitung Korban Kejahatan Israel Di Palestina?

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto: english.khamenei.ir
Klik untuk perbesar
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto: english.khamenei.ir

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertanyaan ini dilontarkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei saat berpidato pada Hari Internasional Quds secara online, Jumat (22/5). 

Hari Internasional Quds yang kali ini diperingati 22 Mei merupakan hari yang dicanangkan untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Hari Internasional Quds selalu jatuh pada Jumat terakhir bulan Ramadhan. 

Baca Juga : Pelni Sebar 500 Paket Sembako di Jakarta, Bekasi dan Karawang

Poin pertama yang disampaikan Khamenei dalam pidato ini adalah, pembentukan Negara Israel adalah kejahatan kemanusiaan yang paling besar yang dilakukan Zionis. 

“Penjarahan sebuah negara dan pengusiran penghuninya dari rumah dan tanah mereka untuk selamanya, dengan melakukan pembunuhan dan kejahatan yang paling kejam serta penghancuran yang terus berlanjut beberapa generasi selama puluhan tahun, jelas merupakan catatan baru kejahatan kemanusiaan,” ucap Khamenei. 

Baca Juga : Tak Mau Kecolongan, Kemenhub Perketat Pengawasan Jelang Idul Fitri

Dia pun menuding negara Barat sebagai dalang pembentukan negara Israel. Karena itu Khamenei meminta negara Barat tidak dipercaya untuk mendorong kemerdekaan Palestina. 

“Kini, publik dunia terus menghitung jumlah korban virus corona di seluruh penjuru dunia. Tapi tidak ada yang pernah bertanya, siapa yang bertanggung jawab atas semua kejahatan, perampasan, penghancuran, dan penindasan di Palestina,” tanya Khamenei. 

Baca Juga : Untuk Importir Bawang Putih, Ini Pesan Penting Dari Kementan

Pertanyaan Khamenei berikutnya, apa fungsi Perserikatan Bangsa Bangsa? “Mengapa jutaan orang Palestina harus hidup di dalam pengasingan selama tujuh puluh tahun jauh dari rumah mereka sendiri? Mengapa Quds Sharif, kiblat pertama umat Islam dihina dan dinistakan,” terang pemimpin tertinggi Iran ini. [KRS