The New Normal di Filipina

Pakai Time Card, Pengunjung Nggak Boleh Ngemall Lebih Dari 1 Jam

Petugas cleaning service sedang membersihkan hand railing di sebuah mal di Manila, Filipina. (Foto: Xinhua)
Klik untuk perbesar
Petugas cleaning service sedang membersihkan hand railing di sebuah mal di Manila, Filipina. (Foto: Xinhua)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Filipina, negara yang terbilang ketat menerapkan lockdown, pekan ini mulai longgar. Sejumlah perusahaan sudah kembali beroperasi, dengan catatan hanya 50 persen karyawan yang boleh ngantor.

Mall atau pusat perbelanjaan juga sudah mulai buka. Namun, ada catatan penting di sini. Pihak mall akan memberikan time card (semacam kartu absen, Red) sebagai mekanisme kontrol kepada pengunjung, agar tak menghabiskan waktunya lebih dari satu jam. Petugas keamanan dikerahkan untuk mengecek time card tersebut.

"Mereka yang berbelanja grosir, diperbolehkan. Namun dibatasi oleh waktu," kata Gubernur Cavite - provinsi besar di Manila Selatan -, Jonvic Remulla seperti dikutip The Straits Times, Jumat (22/5).

Berita Terkait : New Normal Di Selandia Baru, Kursi KRL Dipasangi Stiker Petunjuk

Terkait hal ini, berdasarkan hasil pengamatan di sejumlah mall, Menteri Perdagangan Filipina Ramon Lopez mengatakan, trafik pengunjung mal hanya berkisar di angka 20 persen.

Sedangkan Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Filipina Benedicto Yujuico mengatakan, para pemilik toko tidak terlalu happy menyikapi kondisi ini. Pasalnya, mayoritas warga hanya ingin jalan-jalan. Bukan berbelanja. 

"Orang hanya senang berkeliling mall. Sedikit sekali yang berbelanja. Mayoritas cuma beli makanan," ujarnya.

Berita Terkait : New Normal Ala Negeri Panda, Tempat Wisata Nggak Populer Jadi Laku

Seperti dilansir The Straits Times, omset kedai kopi waralaba AS Starbucks turun menjadi hanya 20 persen, dibanding masa sebelum lockdown. Sementara 70 persen pendapatan mayoritas restoran, sangat bergantung pada pengunjung yang makan di tempat.

Bisnis yang lumayan laris adalah toko alat-alat/DIY, dan kios servis HP.

Selain mall, layanan transportasi di negara yang dipimpin Presiden Rodrigo Duterte juga sudah aktif kembali. Namun, pengemudi bus dan jeepney (angkot khas di Filipina, Red) wajib menyetor daftar manifes penumpang. Sementara gereja, harus melaporkan nama dan nomor telepon jamaah yang datang menghadiri kegiatan di rumah ibadah tersebut. [HES]

Berita Terkait : The New Normal di Thailand, Mall Ini Pakai Pedal Untuk Akses Lantai