RMco.id  Rakyat Merdeka - DI tengah gempuran wabah virus corona, hampir semua negara sibuk mengurusi warganya dan mengenyampingkan hal lain.

Bagi Duta Besar Swedia untuk Indonesia Marina Berg, hubungan persahabatan Indonesia-Swedia harus tetap kompak di tengah pandemi. Terlebih lagi, kedua negara tengah merayakan 70 tahun hubungan diplomatik.

“Di tengah wabah seperti ini, kita perlu tetap kompak dan bersama menjaga komunikasi. Bukan hanya antara Swedia dengan Indonesia, tapi juga dengan organisasi dunia seperti PBB,” ujar Dubes Berg dalam pernyataan resminya, Kamis (28/5).

Baca Juga : Pembatasan Masuk Indonesia Dari Luar Negeri Sudah Tepat

Tantangan yang muncul di momen 70 tahun hubungan bilateral Swedia-Indonesia ini, menurut Berg, bisa dihadapi dengan menjaga komunikasi dan tidak terbawa arus polarisasi yang terjadi sekarang ini.

“Tantangan yang jelas terlihat adalah benturan dua kekuatan raksasa dunia, Amerika Serikat dan China, yang makin me- manas. Kita harus tetap satu visi mendukung PBB. Swedia bersama Uni Eropa (UE) dan Indonesia bersama ASEAN bisa menjaga stabilitas dan kekompakan di wilayah,” ujar Berg.

Dubes yang bertugas di Indonesia sejak November 2018 ini menganggap negar-negara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN harus bahu-membahu untuk mempromosikan kerja sama lebih erat di beberapa forum.Termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga : Antara Politik Islam Dan Islam Politik (2)

“UE bisa dan harus memainkan peran dalam kondisi politik global sekarang ini. Begitu juga ASEAN. Kedua organisasi ini harus mempromosikan dengan lebih gencar lagi kerja sama di PBB,” katanya.

Berg menjelaskan bahwa hubungan AS-China telah memanas sejak sebelum Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perang dagang dan perang teknologi, khususnya teknologi 5G yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi China, Huawei, menjadi salah satu masalah dalam ketegangan hubungan AS-China.

Sayangnya, masalah itu bertambah serius dengan merebaknya Covid-19 ke seluruh belahan dunia dan menulari hampir 6 juta orang di seluruh dunia.

Baca Juga : Aplikasi Cari Temu Baznas Bantu Temukan Keluarga Yang Hilang

”Di dalam PBB, Indonesia dan Swedia terus mencoba menjalin komunikasi dan kerja sama. Termasuk dengan anggota tetap maupun anggota tidak tetap di dalam Dewan Keamanan PBB. Swedia menekankan, di dalam situasi seperti sekarang ini, kerja sama menjadi sangat penting. Tidak ada satu pun negara yang bisa menghadapi tantangan global ini sendirian,” tandasnya. [DAY]