RMco.id  Rakyat Merdeka - Antara 2013 dan 2019, polisi di Amerika Serikat membunuh 7.666 orang, menurut data yang dikumpulkan Mapping Police Violence, kelompok penelitian dan advokasi.

Pada 26 Mei 2020 pukul 21.25, George Floyd, penduduk Minnesota berusia 46 tahun tewas di tangan polisi, padahal Floyd tak bersenjata. Ia ditangkap polisi dengan tuduhan memakai uang palsu sebesar 20 dolar AS untuk membeli rokok.

Baca Juga : Isbat Awal Zulhijjah 1441 H Digelar 21 Juli

Nyawa Floyd melayang saat dalam keadaan kedua tangannya diborgol, polisi berkulit putih bernama Derek Chauvin menindih lehernya.    Kematian Floyd telah mendorong ribuan pengunjuk rasa untuk berbaris di kota-kota di seluruh negeri menuntut keadilan dan mengakhiri kekerasan polisi.

Dikutip dari Al Jazeera, jumlah pembunuhan oleh polisi di AS secara tidak masuk akal mempengaruhi orang Afrika-Amerika. Meskipun hanya merupakan 13 persen dari populasi AS, warga kulit hitam dua setengah kali lebih berisiko dibunuh polisi Amerika berkulit putih.   

Baca Juga : Gubernurnya Hebat Di Pertanian, Lampung Optimis Menjaga Ketahanan Pangan

Mapping Police Violence membuat data sebaran korban penganiayaan polisi atas warga sipil di 50 negara bagian. Tiga negara bagian terbesar AS, California, Texas dan Florida, mencatatkan angka pembunuhan tertinggi warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi.

Berdasarkan rata-rata jumlah warga kulit hitam yang tinggal di setiap negara bagian, lagi-lagi, mereka menjadi sasaran terbanyak kasus penganiayaan berujung kematian di tangan aparat.

Baca Juga : Gagal Pertahankan Gelar, Messi : Kami Lemah dan Tidak Konsisten

Misalnya di Utah, warga keturunan Afrika-Amerika hanya berjumlah 1,06 persen dari total warga Utah. Namun, angka terbunuhnya warga kulit hitam di sana sebesar 10 persen dalam tujuh tahun terakhir.

Di Minnesota, warga kulit hitam empat kali lebih rawam terbunuh oleh aparat kepolisian dibandingkan dengan warga kulit putih di sana. Angkanya menunjukkan 20 persen korban kulit hitam yang tewas semena-mena oleh aparat. Padahal jumlah populasi mereka hanya 5 persen dari total populasi Minnesota.  [DAY]