Lakukan Benchmarking Virtual

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional LAN Gali Strategi 8 Negara Hadapi Wabah Covid-19

Dubes Indonesia untuk Thailand Achmad Rusdy tengah berdiksusi secara virtual dengan Peserta PKN I, soal pengalaman Thailand membantu UMKM saat Pandemi Covid.
Klik untuk perbesar
Dubes Indonesia untuk Thailand Achmad Rusdy tengah berdiksusi secara virtual dengan Peserta PKN I, soal pengalaman Thailand membantu UMKM saat Pandemi Covid.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Masing-masing negara punya strategi tersendiri dalam menghadapi wabah Covid-19. Berbagi pengalaman antarnegara pun dilakukan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jumat (5/6).

Pelatihan ini diikuti 41 peserta. Di dalamnya dilakukan benchmarking virtual ke sejumlah negara. Benchmarking virtual ini mengetahui bagaimana strategi pembangunan berkelanjutan pasca-pandemi Covid-19 yang dilakukan sejumlah negara di tengah mandeknya roda perekonomian akibat menyebarnya virus corona.

Berita Terkait : Muhaimin Cs Tidak Ingin Skandal BLBI Terulang Lagi

Para peserta benchmark yang terbagi dalam empat kelompok melakukan kunjungan virtual ke delapan negara, yaitu Thailand, China, Jepang, Korea Selatan, Austria, Vietnam, Jerman, serta Malaysia. Tema pokok yang didiskusikan dalam benchmark tersebut yakni Digitalization of The Micro, Small & Medium Enterprises (MSME).

Benchmark di Malaysia, misalnya, para peserta diterima Wakil Duta Besar untuk Malaysia Krisna Hanan dan Nur Azmi dari SME Corp. Malaysia. Para peserta menggali informasi penting dari para narasumber, seperti bagaimana manajemen produksi yang dilakukan SME terhadap sertifikasi hasil produksi barang UMKM di Malaysia. Selain itu, digali pula bagaimana strategi yang dilakukan SME di tengah lockdown yang mengakibatkan pelambatan perekonomian. 

Berita Terkait : The New Normal Di Sektor Pendidikan, Anak Rentan Terpapar Covid-19

Menanggapi hal itu, Nur Azmi mengungkapkan, Pemerintah Malaysia memberikan stimulus ekonomi kepada para pelaku UMKM. Malaysia menyadari, UMKM menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga menjadi tumpuan perekonomian. “Pandemi ini berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian Malaysia secara nasional. Namun, pemerintah kami memberikan bantuan untuk membangkitkan perekonomian berupa stimulus ekonomi, baik dukungan kebijakan maupun stimulus keuangan,” jelasnya.

Nur Azmi menambahkan, di tengah situasi yang tidak menentu dan diprediksi memberikan dampak hingga 1,5 tahun ke depan sampai vaksin ditemukan, kolaborasi antara semua unsur jadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi ini. “Kuncinya adalah ego sektoral harus dihilangkan, SME Malaysia juga terus melakukan penataan secara internal berupa infrastruktur, suprastruktur, promosi, penerapan teknologi, serta pengembangan produk sesuai dengan standardisasi internasional,” tutupnya.

Berita Terkait : Hadapi New Normal, Pemerintah Mesti Fasilitasi Petani Akses e-Commerce

Hasil benchmark virtual ke sejumlah negara ini diharapkan mampu menjadi acuan bagi peserta dalam menyusun produk pembelajaran angkatan bertema “Pemberdayaan UMKM dalam Rangka Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Indonesia Akibat Covid-19”. [FAQ]