RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden AS Donald Trump menggelar kampanye pilpres terbuka perdananya di Tulsa, Oklahoma. Pada kesempatan ini dia kembali meledek China dengan menyebut virus corona yang berasal dari Negeri Tirai Bambu sebagai “kung flu”.

“Virus ini memiliki nama paling banyak disbanding penyakit lain sepanjang sejarah. ,” ujar Trump kepada ribuan pendukungnya yang berkumpul di Stadion BOK Center, Sabtu (21/6). “Saya bisa menamainya kung flu, atau 19 versi yang berbeda,” tegasnya.

Berita Terkait : Kunjungi RS Tentara, Trump Akhirnya Pakai Masker di Depan Publik

Kung flu adalah gabungan dari kata kung fu, beladiri yang berasal dari China, dengan kata flu. Sebelumnya, Trump juga menyebut virus yang dipercayai berasal dari Wuhan ini dengan sebutan virus Wuhan atau virus China. 

Menghubungkan virus yang telah merenggut 121 ribu nyawa warga AS dengan China, menyebabkan banyak kekerasan yang dialami warga China-Amerika belakangan ini. 

Berita Terkait : Nggak Kapok Sepi, Trump Bakal Kampanye Terbuka Lagi

Pernyataan Trump soal “kung flu” langsung diprotes banyak warga AS. “Trump seorang rasis. Dia baru saja menyebut Covid-19 “kung flu” ujar Jennifer Taub lewat akun Twitter-nya. 

Organisasi yang menamakan diri Republican Voters Againts Trump mencuit: “Cukup sudah soal rasisme ini. Cukup.” [KRS]

Berita Terkait : Iran Keluarkan Surat Penangkapan Untuk Trump