RMco.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Indonesia untuk Swedia merangkap Latvia Bagas Hapsoro mengakhiri masa dinas pengabdiannya, setelah empat tahun empat bulan menjadi jembatan antara Indonesia dengan Swedia dan Latvia.

Dalam keterangan di laman Facebook Kedutaan Besar Indonesia di Stockholm, Duta Besar (Dubes) Bagas telah menyerahkan tugasnya kepada Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Tanti Widyastuti pada 30 Juni.

Dalam sambutannya, Dubes Bagas menyoroti pentingnya perwakilan Indonesia di Stockholm, untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Meski di tengah masa pandemi Covid-19.

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Sebelumnya, dalam acara perpisahan virtual yang diadakan terpisah, Dubes Bagas menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh WNI di Swedia dan Latvia atas kerja sama dan saling koordinasi dengan KBRI Stockholm, khususnya kerja sama dan kepedulian masyarakat satu sama lain dalam masa pandemi Covid-19.

“Ini merupakan waktu yang tepat bagi kami, masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia untuk bersatu sebagai sebuah keluarga besar dan bersama-sama menghadapi pandemi ini. Masa-masa sulit yang mengasah persahabatan, persatuan, saling kerja sama dan saling mengasihi" ujar Dubes Bagas seperti dikutip Antara.

"Saya juga mengucapkan terima kasih atas doa restu yang telah diberikan oleh sanak saudara sekalian. Juga kepada rekan media di Tanah Air, yang turut menyebarluaskan informasi terkait kegiatan diplomasi yang dilakukan KBRI Stockholm selama ini," imbuhnya.

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Dubes Bagas Hapsoro mengakhiri masa dinas pengabdiannya di Kementerian Luar Negeri selama 36 tahun, dan sebagai Dubes RI di Swedia dan Latvia yang bertempat di Stockholm, Swedia zejak Februari 2016.

Begitu banyak pencapaian dalam masa kedinasannya di Swedia. Terutama, dalam memperkuat hubungan bilateral dalam sektor politik, ekonomi, dan people to people contact.

Selama tiga tahun berturut-turut, dalam periode 2017-2019, Kegiatan Kampung Indonesia diadakan di Stockholm, Swedia.

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

Kampung Indonesia menjadi ajang promosi seni, budaya, pariwisata, dan perekonomian Indonesia ke Swedia. Pada perhelatan terakhir Kampung Indonesia pada Juli 2019, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkenan membuka secara langsung, dan menjajaki lebih jauh berbagai peluang kerja sama dengan Swedia.

Jumlah wisatawan asal Swedia ke Indonesia, terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2015, hanya tercatat 37.555 orang. Namun, pada periode Januari-Desember 2019, jumlahnya meningkat menjadi 56.380 orang.

Tahun 2017, Raja Swedia King Carl XVI Gustaf melakukan Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, King Carl bahkan menyempatkan diri ke Bandung, dan bertemu dengan Gubernur Ridwan Kamil beserta jajarannya. [DAY]