RMco.id  Rakyat Merdeka - Aturan jaga jarak alias social distancing di Inggris sudah nggak berlaku. Di hari pertama dibolehkan buka, Sabtu (4/7) lalu, pub dan bar dibanjiri pengunjung. Tak ada lagi jaga jarak. Semua seolah merubung jadi satu. 

Polisi di kawasan Devon dan Cornwall mendapat lebih dari seribu komplain dari warga gara-gara kelakuan orang mabuk. Di Nottinghamshire, pub ditutup lebih awal karena terjadi keributan antar pengunjung. Empat orang ditahan. 

Baca Juga : Jangan Ada Suara Tersumbat

Namun yang paling jadi sorotan media ada di Soho, London. Di sepanjang jalan kawasan yang dikenal sebagai distrik hiburan ini, orang tumpah ruah. Mayoritas nongkrong sambil mencekek leher botol atau memegang gelas plastik berisi minuman beralkohol. 

Puluhan polisi yang berpatroli di sini tak kuasa menegakkan aturan jaga jarak 1 meter yang dikumandangan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. 
Sementara paramedik sibuk menolong para pemabuk yang keleleran di jalan. Kejadiannya macem-macem. Ada yang pingsan, muntah, atau nyemplung got. 

Baca Juga : Ngeri Melayat

Ketua Federasi Kepolisian Inggris dan Wales, John Apter menyatakan, “jelas sudah orang mabuk tak akan dan tak mau mentaati aturan jaga jarak,” tegasnya. 

Namun minggu pagi, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock justru menyatakan pembukaan pub dan bar sukses besar. Dia mengklaim para tukang minum ini benar-benar bisa bertanggung jawab. 

Baca Juga : Bamsoet Ajak Elemen Bangsa Gali Sejarah Dan Jejak Peradaban Mataram Yogyakarta

“Sementara pengacau yang berjumlah sedikit akan menghadapi konsekuensi hukum,” jelasnya. [KRS]