RMco.id  Rakyat Merdeka - Catatan apik ditorehkan Malaysia dalam mengatasi penyebaran virus corona. Kemarin, di negeri jiran itu hanya ada lima orang yang terinfeksi corona. Sehingga, total infeksi di negara itu menjadi 8.663. Sedangkan yang sembuh sudah mencapai 8.465. Saat ini, Malaysia sudah hijau tapi kita masih merah. Peribahasa "rumput tetangga lebih hijau" kejadian di saat pandemi ini.

Direktur Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengatakan, lima orang yang terinfeksi corona itu terdiri dari empat warga lokal dan satu warga negara asing. "Dari penelusuran pra-operasi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Sabah dan sebuah pusat medis di Seremban, Negri Sembilan, dua warga Malaysia terpapar oleh temannya," katanya, seperti dilansir nst.com.

Menurutnya, kemarin tidak ada kasus penularan dari WNA terhadap warga lokal Malaysia. "Tidak ada kasus yang ditularkan warga non-Malaysia terhadap warga Malaysia," ujarnya.

Berita Terkait : Koalisi Gemuk Tidak Jamin Cakada Jadi Jawara Pilkada

Noor Hisham menambahkan, data kemarin juga menunjukkan empat pasien telah pulih dan keluar dari rumah sakit. Sehingga tingkat kesembuhan menjadi 8.465 atau 97,7 persen dari total kasus. "Dua pasien lagi masih dirawat di unit perawatan intensif dan ditempatkan pada dukungan ventilator," ujarnya.

Dia memaparkan, tidak ada korban baru yang dilaporkan ke Pusat Kesiapan dan Respons Krisis (CPRC). Artinya, total kematian masih bertahan di angka 121 atau 1,39 persen. "Tidak ada korban jiwa dari virus yang dilaporkan ke Pusat Kesiapan dan Respons Krisis (CPRC). Malaysian masih menjaga angka kematian di 121," sebutnya.

Menurutnya, saat ini, klaster corona di Malaysia bertambah menjadi dua. Yaitu klaster Apartemen Gombak dan Apartemen Cheras. Kata Noor Hisham, ini terjadi sejak 18 Mei setelah kasus aktif ditemukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malaysia.

Berita Terkait : Marahnya Ratu Prenggondani

"Pada 4 Juli lalu, sebanyak 200 penghuni Apartemen Gombak tersebut dilakukan test dan ternyata lima orang terdeteksi corona. Semuanya orang Malaysia," tambahnya.

Ada pun klaster apartemen Cheras, sambung Noor Hisham, pertama kali terdeteksi pada 1 Juni. "Kemudian kami lakukan tes dan ternyata dari total 144 orang, delapan dinyatakan positif Covid-19. Klaster ini melibatkan tujuh orang Malaysia dan satu non-Malaysia (Indonesia)," ungkapnya.

Sejak Rabu (1/7), Malaysia melaporkan nol kematian akibat corona. Atas hal itu, Malaysia melakukan pelonggaran di sejumlah tempat, salah satunya di masjid. Menteri Urusan Agama Malaysia, Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri mengatakan, telah mengizinkan masjid dan surau untuk pelaksanaan shalat Jumat.

Berita Terkait : Emosi Kolektif Pandemi

Selama periode Orde Kontrol Gerakan Pemulihan (RMCO), masjid dan surau yang dianggap cocok akan diizinkan menggelar shalat Jumat. Dengan syarat, masjid dan surau tersebut dapat memastikan kepatuhan jamaahnya terhadap SOP yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional. Dengan diizinkannya shalat jumat, kegiatan keagamaan lainnya seperti shalat Dhuha, shalat lima waktu dan kelas membaca Al-Qur-an juga dapat dimulai kembali pada pekan ini.

"Karena itu, komite masjid dan surau harus bertanggung jawab untuk memastikan kepatuhan penuh (terhadap) SOP," kata Zulkifli, seperti dilansir Bernama, Jumat lalu. [UMM]