RMco.id  Rakyat Merdeka - Banyak dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Ethiopia ingin sekali menimba ilmu dan belajar di perguruan tinggi Indonesia. Sebaliknya, dalam satu tahun terakhir, banyak pula lembaga pendidikan Indonesia yang mengundang mahasiswa Ethiopia belajar di Indonesia.

Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur dalam Zoom Video Conference dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) kemarin, Rabu (8/7). Acara dengan tema Hubungan dan Peluang Kerjasama Indonesia dengan Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika itu dihadiri rektor dan pimpinan UMSB, tokoh pendidikan, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. 

Berita Terkait : Dubes Djauhari Oratmangun Jajaki Kerja Sama Industri Ban dengan China

Al Busyra Basnur mengatakan, Indonesia menjadi primadona mahasiswa Ethiopia sebagai tempat belajar. Sebab, selain memiliki lembaga pendidikan yang bagus, banyak hal lain yang menarik seperti kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.  

“Selama 2013-2019, 49 orang mahasiswa Ethiopia belajar di berbagai perguruan tinggi Indonesia. Tahun 2020 ini, semestinya sejumlah mahasiswa Ethiopia belajar di Indonesia dalam setidaknya tiga program beasiswa yang disediakan pemerintah Indonesia. Namun, harus ditunda karena adanya pandemi Covid-19,” ucap Al Busyra. 

Baca Juga : Bahlil Yakinkan Investor Inggris, Iklim Investasi Indonesia Kondusif

UMSB berencana mengadakan kerjasama dengan perguruan tinggi di Ethiopia. “Beberapa perguruan tinggi terkemuka Ethiopia yang ingin bekerjasama dengan Indonesia, antara lain Universitas Bahir Dar, Universitas Hawassa, Universitas Wolo, dan Universitas Addis Ababa,” sambung Al Busyra. 

MoU pertama perguruan tinggi Indonesia dan Ethiopia ditandatangani tahun 2016. Yaitu antara Universitas Bahir Dar dan Universitas Sebelas Maret. [USU]