RMco.id  Rakyat Merdeka - Para Duta Besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Pyongyang memuji keindahan destinasi wisata Indonesia.

Hal ini terlihat pada kesempatan jamuan makan malam OKI di Wisma Duta RI di Pyongyang, Korea Utara, Kamis (16/7) lalu. Bertindak sebagai tuan rumah, Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu, mengundang Duta Besar Palestina, Duta Besar Suriah, Duta Besar Iran, dan Kuasa Usaha Tetap (Kutap) Mesir untuk Korea Utara beserta istri.

Menurutnya, ada yang berbeda pada jamuan makan malam OKI kali ini. Jika biasanya makan malam diisi diskusi yang fokus mengenai perkembangan isu di Timur Tengah, pada kesempatan ini pihaknya menayangkan video destinasi wisata Indonesia. Tujuannya, apalagi selain mempromosikan keindahan alam dan kemajuan pembangunan di Tanah Air yang menjadi strong point pariwisata Nusantara.

Baca Juga : MotoGP : Joan Mir Nggak Sabar Naik Podium di GP Catalunya

Pihaknya, lanjut Berlian, juga menampilkan video clip dari masing-masing negara OKI yang ada di Pyongyang. “Puji Tuhan, upaya kami mendapat apresiasi dari para duta besar yang hadir. Mereka menyampaikan kekagumannya akan keindahan Indonesia," akunya. "Kami menayangkan video destinasi wisata Danau Toba, memanfaatkan momentum penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO pada 7 Juli 2020. Penetapan ini kami harapkan dapat mendukung industri pariwisata dalam negeri,” lanjutnya.

Tak hanya itu, terang Berlian, pihaknya juga menayangkan video destinasi wisata Kota Jakarta yang modern dan dinamis, untuk memberikan gambaran Indonesia modern dan sektor pariwisatanya begitu beragam.

Melalui video destinasi wisata, ujarnya lagi, juga dikenalkan keberagaman Indonesia. Antara lain melalui penampilan Tari Lancang Kuning yang dibawakan oleh staf KBRI dan WNI di Pyongyang.

Baca Juga : Gol Salto Widodo C Putro Terbaik Sepanjang Piala Asia

Berlian juga memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia, yang telah dikenal sejak berabad-abad. Bahkan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan pada 2009.

"Tari Lancang Kuning memadukan keindahan gerak tubuh sebagai seni budaya dan bela diri. Kita saksikan elemen tari yang begitu dinamis. Sebagai saduran gerakan bela diri dan elemen elegan, yang menunjukkan keanggunan Lancang Kuning sebagi seni budaya. Saya senang, para dubes antusias mengetahui cerita di balik Tari Lancang Kuning dan mengagumi ragam seni budaya Indonesia," paparnya.

Pada kesempatan ini, Berlian juga mempromosikan alutsista Indonesia yang diproduksi oleh anak bangsa melalui PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad. "Kita bangga memiliki anak bangsa dan industri strategis yang menghasilkan pesawat, kapal, dan senjata. Untuk kebutuhan dalam negeri bahkan telah go international. Juga ekspor berbagai jenis pesawat ke 14 negara dan kapal ke delapan negara di dunia," imbuhnya.

Baca Juga : AC Milan Vs Bodo Glimt, Ibra Ngebet Borong Gol

Untuk melengkapi suasana ke-Indonesia-an, Berlian juga menjamu para undangan dengan sajian kuliner Nusantara. Di antaranya sate ayam dengan kecap manis, nasi goreng, lumpia, dan ketan dengan srikaya.

Sate ayam dengan kecap manis, masih menurut Dubes beradarah Batak ini, khusus disajikan untuk mempromosikan kecap manis, sebagai produk asli Indonesia yang juga tersedia di berbagai toko di Pyongyang. Pihaknya menjelaskan, kecap manis menjadi salah satu bumbu penyedap masakan penting dalam makanan Indonesia. Karena menambah cita rasa masakan.

“Kami juga sampaikan, banyak makanan Indonesia yang begitu mudah dibuat dengan berbahan kecap manis, seperti nasi goreng. Kami harap, para dubes dapat menggunakan kecap manis yang diberikan sebagai cendera mata untuk membuat masakan Indonesia," tutup Berlian. (DAY)