RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta mengumumkan pemenang lomba esai bertajuk “Icherisheher The Pearl of Baku”. Lomba ini diadakan Kedubes Azerbaijan untuk merayakan 20 tahun masuknya Icherisheher ke dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO.

Icherisheher adalah sebuah kota kuno yang dikelilingi benteng batu di pusat ibukota Baku, Azerbaijan. Icherisheher-Walled City of Baku- atau Kota Baku Yang Dibentengi Batu adalah warisan budaya Azerbaijan yang menyimpan sejarah peradaban masyarakat kuno selama ribuan tahun. Bentuk arsitektur luar dan dalam Icherisheher telah membuatnya disebut sebagai Acropolis of Baku dan juga Old City atau Kota Tua.

UNESCO memasukkan Icherisheher ke dalam daftar warisan budaya dunia pada Desember 2000 setelah situs kuno ini dipopulerkan seorang petualang asal Norwegia, Thor Heyerdahl. Dia menyebut kemungkinan peradaban kemanusiaan pertama di dunia bisa saja dimulai di dalam jantung Icherisheher.

Baca Juga : 6 Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini....

Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta pun mengadakan lomba esai untuk menggambarkan keindahan dan keunikan kota tua tersebut. Sekitar 20 peserta, yang terdiri dari berbagai mahasiswa di universitas-universitas di Tanah Air, diberi modal untuk melakukan riset sejarah dan mendapatkan referensi literatur mengenai asal mula dan penjelasan sejarah yang tepat mengenai Icherisheher.

“Kami mendapati banyak hasil penelitian berupa esai yang luar biasa. Semuanya melakukan penelitian dengan baik,” puji Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jalal Mirzayev dalam keterangan resminya, Selasa (14/7).

“Keunikan dan keindahan Kota Tua ini yang diminati para pelancong yang mampir ke Baku. Setiap sudut dindingnya ada banyak sejarah mengenai perkembangan teknologi manusia,” lanjutnya.

Baca Juga : Pernah Kontak Erat Dengan Menteri Edhy, Kapolres Kupang Positif Covid

Mirzayev pun menyampaikan ucapan selamat pada Alvis Rahman Bhasuki dari Universitas Padjadjaran yang mendapatkan juara pertama. Aulia Asri dan Indra Iravan dari ASEAN Youth Organization berhasil mendapatkan posisi kedua dan ketiga. Ketiga pemenang diundang ke Kedubes untuk menerima hadiah berupa piagam, sertifikat dan uang tunai.

Sebelumnya, Indonesia juga memeriahkan perayaan 20 tahun masuknya Icherisheher ke dalam daftar UNESCO dengan membuat perangko edisi khusus. Pencetakan perangko khusus ini merupakan inisiatif Kedubes Azerbaijan di Jakarta sesuai dengan permohonan yang sudah disepakati antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Ilham Aliyev pada 27 Februari 2020.

Kedubes Azerbaijan juga mengadakan webinar bersama agen pariwisata Indonesia dengan mengangkat judul “Azerbaijan: Look Again and Baku’s Icherisheher included in UNESCO’s List” untuk menelisik potensi wisata di Kota Tua tersebut.[DAY]

Baca Juga : PLN Pasok Listrik 69 MVA Untuk Investor Baru Di Kalimantan Selatan