Genjot Kemampuan Bahasa Inggris Guru, Muhammadiyah Gandeng British Council

British Council dan Kedutaan Besar Inggris melanjutkan kerja sama dengan PP Muhammadiyah di program Training of Trainers (ToT) guru – guru Muhammadiyah pertama di Makassar. (Foto British Council)
Klik untuk perbesar
British Council dan Kedutaan Besar Inggris melanjutkan kerja sama dengan PP Muhammadiyah di program Training of Trainers (ToT) guru – guru Muhammadiyah pertama di Makassar. (Foto British Council)

RMco.id  Rakyat Merdeka - British Council dan Kedutaan Besar Inggris melanjutkan kerja sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam program Training of Trainers (ToT) guru-guru Muhammadiyah pertama di Makassar. Pada kesempatan itu diluncurkan integrasi materi online LearnEnglish dari British Council dengan EduMu (aplikasi pendidikan digital Muhammadiyah).

Dengan integrasi ini maka guru-guru yang menggunakan EduMu akan memiliki akses ke materi belajar online yang sudah dipersiapkan British Council. Materi belajar online British Council ini, sebagai bagian dari English for Indonesia, didesain untuk melengkapi proses belajar bahasa Inggris untuk semua tingkat belajar melalui empat situs web yaitu: LearnEnglish Kids (untuk anak-anak beserta orang tua), LearnEnglish Teens (untuk remaja), LearnEnglish (untuk professional dan mahasiswa), serta TeachingEnglish untuk guru yang berisi materi pendukung pengajaran dan pengembangan pedagogik.

Melalui pelatihan tatap muka dan online dengan pelatih berpengalaman dari British Council,para guru akan mempelajari banyak strategi, metode dan materi belajar mengajar bahasa Inggris yang kreatif, interaktif dan up-to-date. Selain bermitra dengan media, English For Indonesia telah bermitra dengan beberapa figur publik, asosiasi guru, institusi pemerintah serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.

Baca Juga : Freeport Rogoh Rp 1,4 Triliun Bayar Tunggakan Pajak Air

“Diluncurkannya English for Indonesia dilandaskan visi dan misi kami untuk menemukan cara-cara inovatif dan kreatif dalam memberikan sumber belajar dan pengajaran bahasa Inggris terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” keterangan pers Direktur British Council Indonesia Paul Smith, kemarin.

“Kami bangga bermitra dengan Muhammadiyah melalui program peningkatan kapasitas berbahasa Inggris untuk para guru.”
Menambahkan, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Moazzam Malik menyebutkan, salah satu keterampilan penting di abad 21 adalah kemampuan untuk menguasai bahasa inggris secara efektif.

“Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris akan membantu seseorang untuk mendaftar pekerjaan, meningkatkan gaji serta meningkatkan standar hidup. Kemampuan bahasa Inggris akan memungkinkan pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan global dan tentu saja bahasa Inggris merupakan bahasa resmi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan hampir seluruh organisasi internasional, termasuk G20,” imbuhnya. Bahasa Inggris juga merupakan bahasa yang digunakan di di perguruan tinggi dan penelitan. Untuk diketahui: 95 dari 100 universitas terbaik di dunia menggunakan bahasa Inggris.

Baca Juga : Smelter Freeport Gresik Akan Dibangun 2023

Muhammadiyah memiliki kepedulian di bidang pendidikan dan dibuktikan dengan pendirian sekolah dan madrasah di seluruh tanah air bahkan sudah dimulai sebelum Republik Indonesia berdiri. “Pelatihan bahasa Inggris untuk guru-guru sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang diselenggarakan di Makassar  merupakan salah satu wujud kepedulian kemitraan kami untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia,” kata  Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Alpha Amirrachman.

Penguasaan bahasa inggris merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan di era globalisasi dan menghadapi Revolusi Industri 4.0, di mana Keterampilan Abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan komunikasi semuanya membutuhkan penguasaan bahasa Inggris yang mumpuni. British Council adalah organisasi internasional Inggris untuk hubungan budaya dan kesempatan pendidikan. British Council bekerja sama dengan lebih dari 100 negara di seluruh dunia dalam bidang seni dan budaya, bahasa Inggris, pendidikan dan masyarakat sipil. [MEL]