RMco.id  Rakyat Merdeka - Swedish-Indonesian Society/Svensk-Indonesiska Sallskapet (SIS) mengadakan acara penyambutan warga negara Indonesia (WNI) yang baru tiba di Swedia. Acara berjudul ‘Welcome to Sweden’ ini dilaksanakan secara virtual pada Minggu (13/9).

Acara ini untuk memperkenalkan berbagai kebiasaan, norma-norma yang berlaku di Swedia. Informasi yang didapat dalam acara ini dapat membantu WNI beradaptasi. Duta Besar Swedia untuk Indonesia Marina Berg membuka acara bersama Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Swedia Tanti Widyastuti.

Dalam sambutannya, Dubes Berg menyampaikan selamat datang di Swedia kepada WNI yang baru tiba, khususnya para mahasiswa Indonesia. “Swedia merasa bangga dapat menerima mahasiswa dari Indonesia. Saya harap para mahasiswa tidak hanya menyerap pembelajaran di bangku perkuliahan, tapi juga belajar dari cara hidup dan kebiasaan-kebiasaan baik yang dapat ditemukan di Swedia,” ujar Berg dalam rilis resmi KBRI Stockholm.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

“Welcome to Sweden menjadi kegiatan untuk saling berkenalan, membangun relasi dengan komunitas WNI dan Swedia,” sambung Tanti Widyastuti.

Tanti menambahkan, acara ini untuk memperdalam budaya, belajar dan menimba ilmu dan pengalaman dari para sahabat yang telah berhasil di Swedia. “Juga mengetahui do and don’t, maupun hal-hal lainnya yang penting bagi pendatang baru.” ujar Tanti.

Ketua SIS Kadri Chanafiah menyampaikan selamat datang bagi 50 peserta yang ikutan dalam acara virtual tersebut. Kadri juga menjelaskan mengenai organisasi dan kegiatan rutin yang dilakukan. Tanti juga menyampaikan pesan penting bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan tinggi di Swedia.

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

“Galilah potensi diri sedalam-dalamnya dan seraplah ilmu sebanyak-banyaknya baik melalui perkuliahan maupun kehidupan di Swedia ini. Buat jejaring seluas-luasnya yang akan bermanfaat dalam berkarier dan raihlah prestasi terbaik untuk masa depan,” pesannya.

Kegiatan ini dimoderatori Fumi Harahap, Postdoctoral Researcher at KTH Royal Institute of Technology. Sejumlah materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, yaitu General Introduction to Sweden oleh Nada Danielsson;

Practical Information for Newcomers oleh Aidilla Pradini; Research, Study, and Work Culture oleh Prof Johan Lindquist; Startup Ecosystem in Sweden oleh Indra Gunawan; How to Find a Job in Sweden oleh Laras Piniji;

Baca Juga : Hakekat Pamong Dan Prajurit

Dan penjelasan mengenai Kekonsuleran dan Lapor Diri Online oleh Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Stockholm, Ernest Hadinoto. Ernest menyampaikan, Lapor Diri salah satu hal paling penting bagi WNI yang baru datang di negara lain.

Dalam hal ini, KBRI Stockholm bertanggung jawab bagi perlindungan WNI di Swedia dan Latvia. “Saat ini, lapor diri dapat dilakukan secara online, dengan menyiapkan data seperti copy paspor, visa, dan izin tinggal,” ujar Ernest.

Swedish-Indonesian Society/ Svensk-Indonesiska Sällskapet (SIS) merupakan Asosiasi Indonesia-Swedia yang memiliki tujuan utama meningkatkan kesadaran dan ketertarikan. Khususnya mengenai budaya Indonesia ke masyarakat Swedia dan sebaliknya. [DAY]