RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Bern resmi membuka kelas Bahasa Indonesia pertama secara virtual, Senin (14/9). 

Kelas bahasa berlangsung selama sepuluh minggu ini untuk menjaring investor Swiss berinvestasi di Indonesia. 

Puluhan warga Swiss tertarik dan mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia tingkat dasar.

Program ini merupakan pertama kali bagi KBRI Bern, membuka kelas Bahasa Indonesia untuk warga lokal. Karena masa pandemi Covid-19, kelas Bahasa Indonesia dilakukan secara virtual.

Baca Juga : Palestina Mikir Keluar dari Liga Arab

Di luar dugaan, antusiasme warga lokal sangat tinggi. Kuota kelas yang disediakan penuh hanya dalam 10 menit sejak pendaftaran dibuka. 

Peserta yang ikut pun beragam, mulai dari investor, wisatawan, pegawai pemerintah, hingga warga lokal yang punya keluarga di Indonesia.

Hubungan bilateral Indonesia dengan Swiss yang semakin intens, terutama untuk mendukung pertukaran sumber daya manusia dalam kerangka (Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), merupakan faktor pendorong utama terlaksananya kelas ini. 

Kelas bahasa dimaksud bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia, terutama kepada pelajar, pelaku bisnis, investor, serta wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia. 

Baca Juga : KKB Kembali Tembak Dua Warga Sipil Di Papua

"Kelas bahasa merupakan penjembatan terutama bagi investor atau wirausaha yang ingin melakukan bisnis di Indonesia," ujar Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9)

Kemampuan berbahasa Indonesia, walaupun masih di tingkat dasar, tentu saja dapat menaikkan kepercayaan diri para investor dan wirausaha di Swiss. 

"Dengan minat yang cukup tinggi, kami berharap dapat melanjutkan kelas bahasa ini di masa yang akan datang. Mudah-mudahan bisa secara tatap muka," kata mantan Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ini.

Etienne Rouge, salah satu pengusaha Swiss yang mengikuti kelas Bahasa Indonesia tersebut, mengungkapkan, bahwa menguasai Bahasa Indonesia dapat memberikan nilai tambah, terutama untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Baca Juga : 2023, Lifting Minyak Ditarget 1 Juta Barel Per Hari

Kelas Bahasa Indonesia secara virtual tersebut akan berlangsung pada 14 September 18 November 2020 selama dua puluh kali pertemuan.
 
Materi pembelajaran menyesuaikan dengan bahan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang telah disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. [NOV]