RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Taiwan melaporkan, Angkatan Udaranya berhasil mendeteksi dua pesawat anti kapal selam China yang terbang memasuki zona pertahanan udara Taiwan pada Rabu (16/9/2020). Pihaknya pun memperingatkan kedua pesawat tersebut untuk pergi.

Peristiwa itu, kutip kantor berita Reuters dari pernyatan Kemenhan Taiwan, Kamis (17/9/2020), bertepatan menjelang kedatangan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Ekonomi, Keith Krach ke Taiwan. Hal ini diduga memicu kemarahan China, karena AS selalu mendukung Taiwan dengan sistem demokrasinya itu.

Berita Terkait : Bom Bunuh Diri Jaringan Al-Qaeda Tewaskan Tentara Somalia, Lukai Tentara AS

Peristiwa yang sama juga terjadi bulan lalu, ketika Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengunjungi Taiwan, sebagai pejabat tertinggi AS yang pernah datang setelah empat dekade. Namun kedatangannya disambut kemunculan jet Angkatan Udara China yang melintasi Selat Taiwan (Taiwan Strait) dan berhasil dilacak Taiwan.

Beberapa waktu terakhir, Taiwan berulang kali melaporkan peningkatan aktivitas latihan militer China di udara dan perairan sekitar. Aktivitas ini dinilai sebagai bagian upaya China, agar Taiwan menerima kedaulatan China.

Berita Terkait : Laporan Intelijen AS: Rusia, China dan Iran Mau Ganggu Pilpres AS

Pekan lalu, Taiwan juga melaporkan, China melakukan latihan militer besar-besaran selama dua hari di lepas pantai barat daya, antara daratan Taiwan dan Kepulauan Pratas yang merupakan wilayah Taiwan. [PYB]