RMco.id  Rakyat Merdeka - Taliban melancarkan gelombang serangan terhadap pos pemeriksaan keamanan di Afghanistan selatan, Rabu (23/9/2020) waktu setempat. Akibatnya, 28 polisi Afghanistan tewas.

Demikian diungkap Juru Bicara Gubernur Uruzgan, Zelgai Ebadi. Aksi ini, ujarnya, seperti dikutip kantor berita Al Jazeera, dilakukan sejumlah milisi Taliban yang baru saja dibebaskan pemerintah, sebagai bagian kesepakatan damai Taliban dengan pemerintah Afganistan.

Baca Juga : Jokowi Minta Sektor Pertanian Terus Dijaga

Sementara Juru Bicara Taliban, Qari Mohammad Yousuf Ahmadi mengakui, pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut. Serangan itu, jelasnya, dilakukan kelompoknya karena polisi di daerah tersebut menolak menyerah.

Sayangnya, kekerasan ini terjadi, tak lama setelah para pemimpin Taliban melakukan perundingan damai dengan pemerintah Afghanistan di Qatar awal bulan ini. Sebenarnya, perundingan ini dilakukan untuk mengakhiri pertempuran dan menyusun rencana pembangunan masyarakat pasca perang.

Baca Juga : Tim Taskforce Kemenkes Beri Batem Covid-19 Di Sumut

Sebelumnya, pada Minggu (20/9/2020) malam, 14 polisi dan tentara Afghanistan juga dilaporkan tewas. [DAY]