Rayakan Hari Perempuan Internasional

Kedutaan Kanada Gelar Bimbingan Singkat Bagi Profesional

Suasana speed mentoring di Wisma Kanada, Jakarta.
Klik untuk perbesar
Suasana speed mentoring di Wisma Kanada, Jakarta.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Kanada di Indonesia dan Perwakilan Kanada di ASEAN mengadakan acara speed mentoring atau bimbingan singkat bagi profesional perempuan di Wisma Kanada, Jakarta, Rabu (5/3). Kegiatan itu untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.

Pesertanya sekitar 40 wanita profesional. Sedangkan mentornya 12 orang yang pastinya sangat berpengalaman di bidangnya. Yakni: Dubes Swedia Marina Berg, Dubes Irlandia Olivia Leslie, CEO Sintesa Group Shinta Kamdani, mantan direktur eksekutif Habibie Center Rahima Abdulrahim, hingga chef tenar Farah Quinn.

"Kami percaya partisipasi penuh perempuan dalam ekonomi sangat penting untuk membuatnya lebih kompetitif. Kami juga menyadari bahwa perempuan menghadapi rintangan khas saat meniti karier mereka. Inilah sebabnya kami mempertemukan dua generasi perempuan profesional hari ini untuk saling berbagi," ujar Duta Besar Kanada untuk Indonesia Dubes Peter MacArthur dalam video rekamannya.

Baca Juga : Masuk Dekade Baru, Dubes Esti Ingin RI Mantapkan Kolaborasi Dengan Italia

"Kanada tidak hanya sangat berkomitmen terhadap kesetaraan gender, tetapi juga pemberdayaan ekonomi perempuan dan kepemimpinan perempuan," imbuh MacArthur.

Dalam acara itu, para mentor ini dibagi menjadi tujuh grup untuk membagi cerita dan pengalaman mereka menjalankan pekerjaan dan hidup kepada para peserta. Para peserta dan pembimbing diberi kesempatan untuk saling berbagi masukan, pengalaman tentang cara mengatasi berbagai rintangan khas perempuan dalam berkarier.

"Kita harus ahli dalam hal yang kita kuasai. Tidak perlu menyenangkan hati semua orang, itu hanya membuang-buang waktu dan tenaga," ujar salah satu mentor, Operation Manager World Bank Rolande Pryce. Dia mengajak peserta mentor untuk percaya diri dan tidak goyah dengan omongan miring pihak lain.

Baca Juga : Perang Melawan Virus Wuhan, China Mobilisasi Dokter Militer

Saran ini diamini Dubes Olivia Leslie. Dia menambahkan, sebagai wanita ada kalanya dilihat sebelah mata oleh pihak lain. Sementara itu, Dubes Marina Berg menyebut bahwa masalah kesetaraan gender tidak akan selesai jika para wanita hanya menunggu hak mereka diberikan ke hadapan mereka.

"Kesetaraan gender baru sempurna jika kita, perempuan, tahu apa yang kita mau dan tidak segan memintanya. Ini masalah hak asasi manusia. Gender hanya pembatas. Jangan mau dibatasi," tegasnya.

Sementara chef kenamaan Farah Quinn menambahkan, setiap perempuan harus berani mimpi dan memulai mewujudkan mimpinya sendiri.

Baca Juga : Diversifikasi Pangan, Balitsereal Kembangkan Sorgum

"Jangan tunggu orang. Wujudkan sendiri," tandas Farah Quinn. [DAY]