RMco.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyerukan dunia untuk mengantisipasi keretakan yang timbul dari virus Covid-19, dan bersatu untuk mengalahkan pandemi tersebut.

Hal tersebut akan disampaikan PM Johnson, dalam pidato virtual di Sidang Umum PBB (UNGA) hari ini, Sabtu (25/9).

Dalam pidato virtualnya, PM Johnson akan mengumumkan serangkaian tindakan baru dalam memimpin dunia, untuk segera keluar dari krisis. Serta menetapkan rencana lima poin yang ambisius, untuk mencegah pandemi lain di masa depan.

Rencana yang dikembangkan berdasarkan hasil konsultasi dengan Bill and Melinda Gates Foundation dan The Wellcome Trust ini, diawali dengan proposal untuk mengembangkan jaringan 'pusat penelitian zoonosis' di seluruh dunia.

Berita Terkait : Gelombang II Covid di Depan Mata, PM Johnson Ogah Dongkrak Skala Lockdown

Hal ini penting untuk mengidentifikasi patogen-patogen berbahaya, sebelum patogen tersebut melompat dari hewan ke manusia. Seperti yang diyakini terjadi dalam kasus Covid-19.

Langkah-langkah lain meliputi upaya peningkatan kapasitas produksi (fasilitas) perawatan dan produksi vaksin, meningkatkan sistem peringatan pandemi secara dini, menyetujui protokol global untuk krisis kesehatan, serta menghapus hambatan perdagangan.

Dalam kesempatan tersebut, PM Johnson juga akan mengumumkan investasi baru yang signifikan untuk COVAX, pengadaan gabungan internasional untuk vaksin Covid-19.

Rencananya, Inggris akan menyumbang dana 71 juta poundsterling atau Rp 1,34 triliun untuk menjamin hak beli 27 juta dosis vaksin untuk populasi Inggris.

Baca Juga : Kali Krukut Meluap, 30 Warga Cilandak Timur Ngungsi di Mushalla

Hal ini ditujukan untuk melengkapi inisiatif lain dari Pemerintah Inggris dalam pengadaan vaksin virus Corona yang terbukti aman dan efektif.

Bersamaan dengan investasi domestik, Inggris akan memberikan dana bantuan sebesar 500 juta poundsterling atau Rp 9,47 triliun untuk COVAX Advance Market Commitment.

Ini adalah fasilitas yang akan membantu 92 negara termiskin di dunia mendapat akses ke vaksin virus Corona.

Dana tersebut akan mendukung negara-negara berkembang dalam menangani virus ini, dan membantu menghentikan penyebaran pandemi global. Hal ini akan membuat kita semua lebih aman.

Baca Juga : Dihajar Aston Villa Tujuh Gol, Van Dijk : Tenang, Jangan Panik!

"Untuk memastikan kesiapan Inggris dalam menghadapi krisis kesehatan global lainnya, PM juga akan mengumumkan janji pendanaan Inggris sebesar 340 juta poundsterling atau Rp 6,44 triliun selama empat tahun ke depan bagi WHO," demikian pernyataan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Sabtu (26/9).
 Selanjutnya