RMco.id  Rakyat Merdeka - Eks anggota parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Ilhan Isbilen, dirawat di rumah sakit karena positif Corona. Dia diduga tertular di Penjara Sincan Ankara.

Dilansir dari Kantor berita Turkish Minute, Isbilen dibawa ke Rumah Sakit Penelitian dan Pendidikan Ankara, Dıskapi Yildirim Beyazit, setelah kesehatannya terus memburuk.

Salah satu pengusaha ternama Turki itu, didiagnosis kena Corona pada pertengahan September, tetapi hanya dimasukkan ke dalam isolasi tanpa dibawa ke rumah sakit.

Berita Terkait : Asisten III Kota Pare-pare Wafat Karena Corona

Isbilen dilaporkan sudah mengajukan permohonan pembebasan berkali-kali karena risiko tinggi penyebaran Corona di dalam penjara. Namun, sebagai penentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, petisinya ditolak oleh pihak berwenang. 

Padahal, parlemen sudah mengesahkan undang-undang yang memungkinkan pembebasan puluhan ribu tahanan untuk mengurangi kepadatan di penjara dan melindungi tahanan dari virus corona. Namun, RUU tersebut mengecualikan narapidana terorisme, termasuk Isbilen dan banyak lainnya terlibat dalam tindakan keras setelah upaya kudeta 2016.

Di penjara sejak akhir 2015, Isbilen dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Dia dihukum karena terlibat dalam kudeta yang gagal tahun 2016, meskipun faktanya dia telah di penjara jauh sebelum itu terjadi.

Berita Terkait : Bentrok Lawan Pasukan Turki, 15 Milisi Kurdi Tewas

Mirip dengan Isbilen, tahanan lain dinyatakan mati otak pada hari Selasa setelah pingsan di sel penjaranya pada 15 September, seperti dirilis Bold Medya. Cengiz Karakurt, mantan guru berusia 41 tahun, juga berada di balik jeruji besi atas tuduhan keanggotaan dalam gerakan Gulen. 

Anggota parlemen dari Partai Demokrat Rakyat Kurdi (HDP) dan anggota Komite Penyelidikan Hak Asasi Manusia parlemen, Omer Faruk Gergerlioglu mengkritik pemerintah AKP atas kelambanannya dalam insiden tersebut.

“Sekali lagi ada kelalaian dan pelanggaran (oleh pihak berwenang). Kehidupan para tahanan seharusnya tidak semurah ini," ujar anggota parlemen itu dalam twit-nya.

Baca Juga : PKS Warning Pemerintah Sigap Amankan Laut Indonesia

Selain masalah penanganan Corona di penjara, sebuah laporan yang diterbitkan di Arab News mengungkapkan bahwa ada kelompok Salafi radikal di Turki yang dikabarkan siap melawan Kurdi, yang telah menjadi musuh utama Ankara.

Pengungkapan adanya legiun organisasi Salafi yang aktif di negara itu datang dari seorang pemimpin aliran Islam Ahmet Mahmut Unlu, seorang tokoh pro-pemerintah. Baru-baru ini mengumumkan bahwa dia siap untuk mengungkap 150 kelompok Salafi, beserta lokasinya, sebagai bagian persiapan untuk berperang di Turki. [DIT]