RMco.id  Rakyat Merdeka - Ribuan orang memadati National Mall di pusat kota Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu waktu setempat (26/9). Mereka berdoa dan menunjukkan dukungan kepada Presiden Donald Trump.

Beberapa di antara kerumunan mengenakan masker. Ada juga yang memakai topi merah dengan kata-kata "Let’s Make America Godly Again," sebuah plesetan dari topi Make America Great Again.

Dilansir NBCwashington, menurut pernyataan panitia, Asosiasi Penginjilan Billy Graham, Pawai Doa difokuskan agar negara bebas pandemi Covid-19, perselisihan sipil dan perpecahan, bukan untuk mendukung partai atau masalah politik tertentu. Namun, politik malah menonjol.

Berita Terkait : Donald Trump Cuek

"Ayah, negara kita sedang dalam masalah. Kami membutuhkan bantuan Anda," petinggi kata Billy Graham.

Wakil Presiden AS Mike Pence, berbicara dari tangga peringatan, mengatakan dia datang untuk menyampaikan salam dan terima kasih dari Trump.

Pence juga meminta mereka untuk berdoa bagi calon hakim Mahkamah Agung yang baru Amy Conney Berret Pence. Dia juga minta massa untuk berdoa bagi angkatan bersenjata.

Berita Terkait : Jadi Biang Kerok Kerusuhan, Twitter Kunci Akun Trump

"Hari ni ada pawai doa di Washington, Anda melanjutkan tradisi besar," kata Pence.

"Sejak berdirinya negara, rakyat Amerika dan para pemimpin kami telah berdoa di masa-masa sulit."

Usai unjuk rasa, pengunjuk rasa berjalan ke delapan lokasi di sekitar National Mall. Di setiap kesempatan, mereka diminta untuk berdoa dengan fokus tertentu, termasuk petugas polisi, pemimpin, mengakhiri aborsi, dan banyak lagi.

Baca Juga : Dirikan Posko Bantuan Banjir Kalsel, Depinas SOKSI Dipuji Bamsoet

"Orang-orang ini datang dari seluruh Amerika dengan biaya sendiri. Mereka datang untuk berdoa bagi negara, "kata mantan Gubernur Arkansas Mike Huckabee saat mengadakan siaran langsung acara.

Mereka di sini untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi tanah kita. Penyelenggara mengatakan acara dihadiri 50.000 orang, menjadikannya salah satu pertemuan terbesar yang pernah dilihat DC. Sejak pandemi Virus Corona menutup aktivitas normal pada Maret lalu. [MEL]