RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden AS Donald Trump disebut hanya membayar pajak penghasilan federal sebesar 750 dolar AS atau Rp 11,17 juta pada tahun 2016 dan 2017.

Pembayaran itu dilakukan Trump, setelah bertahun-tahun melaporkan perusahaannya mengalami kerugian besar, untuk mengimbangi pendapatan ratusan juta dolar AS.

Demikian dilaporkan The New York Times, mengutip data pengembalian pajak, Minggu (27/9).

Berita Terkait : Trump Vs Biden Saling Maki dan Interupsi

Dalam laporan yang disebut Trump sebagai berita palsu, The Times mengungkap, Presiden dari Partai Republik itu tidak membayar pajak penghasilan federal selama 10 tahun, dari total 15 tahun, hingga tahun 2017.

Padahal, hingga 2018, Trump sukses meraup 427,4 juta dolar AS atau Rp 6,36 triliun dari program reality show TV serta aneka lisensi dan endorsement lainnya.

Pengungkapan informasi pajak pribadi ini, muncul dalam waktu yang semakin mendekati jadwal Pilpres AS 3 November mendatang.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Partai Demokrat dengan cepat memanfaatkan laporan tersebut, untuk menggambarkan Trump sebagai penghindar pajak. Citra Trump sebagai pengusaha yang cerdas pun dipertanyakan.

Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer lantas blusukan ke Twitter. Ia meminta siapa saja warga AS yang membayar pajak federal lebih besar dari Trump, untuk mengacungkan tangan.

Trump yang menyebut laporan itu sebagai berita palsu, langsung menggelar konperensi pers di Gedung Putih. Dengan alasan audit masih berlangsung, Trump beralasan belum bisa merilis pengembalian pajaknya. 
 Selanjutnya