RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arab Saudi, Ajlan al-Ajlan menyerukan dilakukannya boikot terhadap semua produk dan jasa asal Turki.

"Kami menghimbau aksi boikot terhadap semua hal terkait Turki. Apakah itu impor, investasi, atau wisata. Ini tanggung jawab semua warga negara Saudi, baik itu pedagangan atau konsumen," cuit Ajlan, dalam kicauan di akun Twitter-nya.

"Ini sebagai tanggapan kita terhadap sikap bermusuhan pemerintah Turki terhadap pemimpin, negara, dan rakyat kami (Saudi)," sambungnya dalam cuitan pada Sabtu (3/10/2020) lalu.

Berita Terkait : Hubungan Memanas, Arab Saudi Boikot Produk Turki

Ketegangan antara Saudi dan Turki makin meruncing, usai terjadinya pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi di kantor Konsulat Suaid di Istanbul pada 2018 lalu.

Awal tahun ini, kedua negara sudah memboikot kantor berita resmi negara masing-masing, dan memblokir akses website kantor berita tersebut.

Hubungan kedua memburuk sejak Saudi bersama Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Lalu diikuti penerapan blokade darat, laut, dan udara. Namun Turki menjadi pengganti Saudi dan UEA untuk memasok kebutuhan pangan ke Qatar.

Baca Juga : Pirlo Nggak Sabar Ketemu Barcelona

Kadin Saudi adalah badan bisnis non pemerintahan. Keputusan yang dikeluarkan Ajlan masih belum dikomentari pemerintah Kerajaan Saudi.

Para pengusaha Saudi dan Turki menyebut, Saudi sudah mulai melakukan boikot secara tidak resmi. Kepada kantor berita Inggris, Reuters, Senin (5/10), mereka menyebut barang yang mereka impor dari Turki “nyangkut” di bea cukai selama tiga bulan, sebelum akhirnya diperbolehkan lepas ke pasar.

Pejabat oposisi Turki, Mehmet Güzelmansur, pekan lalu mengatakan, produk buah dan sayuran yang berasal dari wilayah pemilihannya, Hatay, melalui proses cukai yang cukup lama saat tiba di Saudi.

Baca Juga : Langgar Jam Operasi, Sanksi Menanti Pelaku Usaha di Bekasi

Pernyataan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang mencoba membela Turki dari kritikan Negara Teluk terhadap kebijakannya di Timur Tengah, sudah membuat beberapa pejabat dan masyarakat Arab Saudi naik darah.

Dikutip dari TV resmi Saudi, Al Arabiya, ketika Erdogan menyampaikan pidato mengenai responnya terhadap kritikan Negara Teluk, dia sempat menyebutkan, "tidak boleh dilupakan jika negara-negara tersebut (Negara Teluk) kemarin tidak pernah ada, dan tidak akan ada di hari esok. Namun, kami akan terus mengibarkan bendera kami di wilayah ini selamanya, dengan izin Allah", ujar Erdogan di depan Majelis Umum PBB. [DAY]