RMco.id  Rakyat Merdeka - Kedekatan sejumlah Negara-negara Teluk dengan Israel, yang dikecam seluruh warga Palestina, bisa dimanfaatkan untuk mencegah meluasnya proyek pemukiman Yahudi di tanah Palestina.

Seorang pengusaha Palestina keturunan Amerika, Bashar al-Masri mengatakan, pemerintah Palestina harus memanfaatkan kesepakatan baru antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, agar bisa menguntungkan sisi Palestina.

Masri, yang memiliki dua perusahaan besar di Palestina, menyebut kesepakatan baru antara Israel dengan Negara Teluk itu bisa saja membuat Israel menunda, atau bahkan menghentikan proyek pemukiman warga Yahudi, yang terus menggusur wilayah Palestina.

Berita Terkait : Tuding Pengkhianat, Palestina Tangkap Para Pendukung Kesepakatan UEA-Israel

Dalam kesepakatan diplomatik yang digagas Amerika Serikat, Israel mau menunda rencananya membangun pemukiman di wilayah Tepi Barat. Meski sejauh ini, pemerintah Palestina menyebut, kesepakatan damai antara Negara-negara Teluk dengan Israel, merusak perjuangan pembebasan wilayah Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur dari jajahan Israel.

"Kenapa kita tidak bilang pada Uni Emirat Arab dan Bahrain, "Hei, bisakah kalian menekan Israel untuk menghentikan membangun pemukiman di tanah Palestina?" ujar Masri, dikutip kantor berita Reuters, Selasa (6/10/2020).

"Saya berharap, mereka dapat mengubah perjanjian tersebut untuk menekan Israel, sehingga bisa menguntungkan Palestina," lanjutnya.

Baca Juga : Kadin Optimis UU Cipta Kerja Bisa Bangkitkan Ekonomi

Sayangnya, Masri menganggap, masalah pembangunan pemukiman Yahudi di tanah Palestina justru menjadi prioritas dalam dialog antara Negara-negara Teluk dengan Israel. Karena, Israel membangga-banggakan hubungan dengan UEA dan Bahrain sebagai peluang bisnis utama, dan Masri mengatakan perusahaan Palestina tidak akan secara inheren menentang untuk menerima investasi dari kedua negara Teluk tersebut.

Perusahaan milik Masri, Massar International, sudah memiliki dan mengurus setidaknya 30 kerja sama di sektor investasi keuangan, teknologi, pertanian, media dan perumahan di Tepi Barat.

Palestina, ujarnya, harus melihat situasi ini dari sisi positif agar bisa maju dan melawan. "Musuh maunya kita kehilangan harapan. Jangan sampai kita kehilangan harapan. Kita harus optimis, demi rakyat Palestina," tegas Masri. [DAY]