RMco.id  Rakyat Merdeka - Vonis positif Corona ternyata belum cukup mempan menjinakkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump tetap ndablek dan masih meremehkan virus asal China itu. 

Kemarin, Trump resmi keluar dari Rumah Sakit Militer Walter Reed di pinggiran Washington DC, usai menjalani perawatan sejak Jumat (2/10). Meskipun masih positif Corona dan belum dinyatakan sembuh total, Trump ingin menjalankan perawatan lanjutan di Gedung Putih

Berita Terkait : Merasa Lebih Baik Ketimbang 20 Tahun Lalu, Trump Tinggalkan RS

Sebelum berangkat, ia lebih dulu berkicau di akun Twitter miliknya. “Saya merasa sangat baik. Jangan takut dengan Covid! Saya merasa lebih baik daripada 20 tahun yang lalu!” cuitnya. 

Di cuitan selanjutnya, Trump mengunggah dua video. Pertama, video yang menggambarkan saat ia tiba di Gedung Putih. Dalam video itu, Trump yang mengenakan setelan jas gelap berdasi biru, turun dari helikopter Marine One dan berjalan ke Gedung Putih. Sesaat sebelum masuk, ia melambaikan tangan ke arah wartawan dan melepas maskernya. Video itu diakhiri dengan aksi Trump memberi hormat di balkon. 

Berita Terkait : Melania Trump Pilih Karantina Di Gedung Putih

Dalam video kedua, Presiden berusia 74 tahun ini tampil memberikan klarifikasi soal kondisi kesehatannya. “Sekarang saya lebih baik, mungkin saya kebal, saya tidak tahu,” ujar Trump. Tak hanya itu, Trump meminta orang Amerika keluar dari rumah. “Jangan biarkan hal itu mendominasi hidup Anda, keluarlah,” ucapnya. 

Dia bilang, jangan takut karena Amerika mempunya mesin dan obat paling canggih di dunia. Seperti masih kurang, tadi malam, Trump melontarkan cuitan yang mengesankan bahwa pilek lebih bahaya dari Corona. “Musim flu akan datang! Meski sudah ada vaksinnya, setiap tahun banyak orang mati karena flu. Bahkan, angkanya lebih dari 100.000. Apakah kita akan menutup negara kita (karena flu)? Tidak, kami telah belajar untuk hidup dengannya, sama seperti kami belajar hidup dengan Covid, di sebagian besar populasi jauh lebih mematikan!!” kicaunya. 

Berita Terkait : Mungkin Bisa Jadi Obat Pede Buat Ngadepin Pilpres, Hari Ini Trump Boleh Tinggalin RS

Sikap Trump tersebut tentu saja menuai banyak kecaman dari berbagai kalangan. Capres dari Partai Republik ini dianggap meremehkan Virus Corona yang telah menelan banyak korban di dunia, termasuk Amerika. “Saya terkejut ketika dia mengatakan Covid-19 tidak seharusnya ditakuti,” ucap William Schaffner, profesor pengobatan pencegahan dan penyakit menular Vanderbilt University Medical Center di Nashville. 

Schaffner menegaskan, Corona adalah penyakit yang mematikan dan berpengaruh besar pada perekonomian dunia. “Ini adalah penyakit yang menewaskan sekitar seribu orang setiap hari, melemahkan perekonomian, membuat orang-orang kehilangan pekerjaan. Ini adalah virus yang harus dihormati juga ditakuti,” tegasnya. 
 Selanjutnya