RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah lebih dari satu tahun, berkantor di Addis Ababa, Ethiopia, Duta Besar (Dubes) In- donesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur mencoba mengingat momen pertama kali menginjakkan kakinya di sana. Tepatnya sejak 11 Maret 2019.

Dubes Al demikian ia disapa, mengajak warganet (netizen) tur virtual di Kedubes Indonesia (KBRI) Addis Ababa. Ia tampil seperti anak muda dengan memakai jaket kulit hitam.

Di awal tur, Al menunjukkan posisi Gedung KBRI Addis Ababa. Letaknya berada di jalan utama kota tersebut. Di Egypt Street. “Kawan-kawan bisa menyaksikan pemandangan di bagian depan gedung KBRI ini,” ujar Al, di kanal YouTube The B Siblings.

Tak cuma itu, Al berjalan beberapa langkah untuk menunjukkan pemandangan lain di sekitar KBRI. Terlihat pemandangan kota yang modern. Dengan lalu lintas yang tidak begitu ramai. Pemandangan hijau berupa pepohonan juga terlihat di sekitar KBRI.

Baca Juga : Trump Ndablek!

Dari bagian depan, Al melanjutkan tur ke bagian dalam. Pintu gerbang bercat hitam, jadi pembatas sekaligus akses keluar masuk dari jalan di depan KBRI dengan bangunan utama.

Masuk ke bagian dalam, terlihat sejumlah bangunan didominasi warna putih, merah dan krem. Di salah satu bangunan, tertera tulisan Kedutaan Besar Republik Indonesia Addis Ababa. Ukurannya cukup besar. Sehingga bisa dibaca dengan mudah oleh tiap pengunjung.

Tak lupa, di atasnya dipasang lambang burung Garuda yang juga berukuran besar.  Al bercerita, Gedung KBRI Addis Ababa mulai dibangun pada 1964. Kata Al, hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Ethiopia, telah dimulai sejak KBRI belum dibangun. Tepatnya, sejak 1961. Menurut Al, Gedung KBRI serta Kediaman Dubes Indonesia di Addis Ababa, menempati areal sekitar 11 ribu meter persegi.

Berikutnya, Al mengajak berkunjung ke Kediaman Dubes yang masih satu kompleks de- ngan KBRI. Dari KBRI, jalannya sedikit menanjak. Karena lokasinya memang lebih tinggi dari lokasi KBRI. Meski tak begitu jauh, Al tampak sedikit terengah-engah.

Baca Juga : Luhut Ngangke Anies

 Al menjelaskan, kota Addis Ababa memang berada di ketinggian lebih dari 2 ribu meter di atas permukaan laut. “Jadi oksigennya lebih tipis dibandingkan dengan di tempat lain,” jelasnya.

Tak berselang lama, Al sampai di kediaman dinasnya. Bangunannya berkelir putih. Dan terlihat megah dengan atap bagian depan berbentuk segitiga. Di depannya, terdapat semacam gapura bergaya Bali. Kain dengan warna khas bendera Merah Putih membentang di atap-atap bangunan itu.

Kata Al, dia pertama kali turun dari mobil di kota itu pada 11 Maret 2019, di depan kedia- man itu. “Dan pertama kali saya bertemu dengan rekan-rekan di KBRI dan staf-staf di tempat ini,” ucap Al.

 Al sangat bersyukur, atas amanah yang diberikan bangsa dan negara, sebagai Dubes Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika. Dan itu adalah penugasan pertamanya di benua Afrika.

Baca Juga : Jurus Kapolri Nggak Mempan

Katanya, dalam penugasannya terdapat peluang dan juga tantangan. Dalam rangka pengabdian, karya, dan kerja keras untuk bangsa dan negara. “Begitulah langkah pertama kali saya menjalankan tugas saya di Addis Ababa,” tandasnya. [PYB]