RMco.id  Rakyat Merdeka - Suasana Taman Harmoni yang berlokasi di Jalan Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang adem dan rapi, membuat Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Armando Gonzalo Alvarez kesengsem.

Pasalnya, area seluas 85 ribu meter persegi ini dulunya adalah tempat pembuangan akhir sampah yang berbau busuk dan tidak enak dilihat. "Taman Harmoni ini sangat bagus dan proyek ekologi yang sangat bagus ditiru," ujar Dubes Alvarez saat melakukan kunjungan ke lokasi, usai menggelar jumpa pers tentang pembukaan perayaan Hari Habitat Dunia (World Habitat Day), Senin (5/10).

Baca Juga : Semoga Pemulihan Ekonomi Dapat Berjalan Lebih Cepat

Dubes Alvarez bersama rombongan berkeliling sejenak di Taman Harmoni. Sesekali, dia dan rombongan mengabadikan momen dengan berswafoto.

Dubes Alvarez menyebut projek pembuatan Taman Harmoni dalam bidang lingkungan dan ekologi dinilai sangat luar biasa. Dia menyebut, dilihat dari prespektif smart city, konsep seperti inilah yang memang dibutuhkan banyak kota besar di dunia.

Baca Juga : Pembatasan Masuk Indonesia Dari Luar Negeri Sudah Tepat

Berawal dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang bernilai. Selain itu, dia menyebut, taman ini bukan sekadar taman biasa, melainkan taman yang sangat indah. “Ini bagus untuk lingkungan. Karena dapat mengubah lokasi yang dahulunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah menjadi taman yang sungguh-sungguh indah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pembangunan taman ini merupakan bentuk nyata keberhasilan Pemkot Surabaya. Selain berdampak ekonomi, pengembangan lingkungan yang baik juga menjadi tolak ukur pertumbuhan kota yang baik, sehingga berdampak pula kepada masyarakat.

Baca Juga : Antara Politik Islam Dan Islam Politik (2)

“Tidak kalah menariknya bagaimana pemerintah kita dapat menggabungkan beberapa hal menjadi nilai yang menarik. Ketika taman ini berguna bagi banyak orang, tentunya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandasnya dalam rilis Pemkot Surabaya, Senin (5/10). [DAY]