RMco.id  Rakyat Merdeka - Gara-gara Capres AS kubu Republik, Donald Trump kepatil Covid-19, debat antara Wakil Presiden Mike Pence dan cawapres Demokrat, Senator Kamala Harris bakal menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kedua calon presiden itu akan berhadapan di University of Utah’s Kingsbury Hall, Salt Lake City, Utah dalam debat yang disiarkan di televisi pada Rabu (7/10) malam waktu AS atau Kamis (8/10) WIb. Pence dan Harris akan dipisahkan sekat kaca atau pleksiglas untuk mengurangi risiko penularan virus.

Keduanya juga berdiri terpisah sejauh 3,7 meter. Meski Pence nggak setuju dengan pleksiglas, Komisi Pemilu memastikan Harris akan tetap menggunakannya.

Berita Terkait : Biden Justru Senang

"Senator Harris akan hadir dalam debat, menghormati perlindungan yang diterapkan Klinik Cleveland untuk menjaga keselamatan bagi semua pihak," kata juru bicara kampanye Harris, Sabrina Singh.

Semua yang masuk ke ruang debat mengikuti tes Covid-19 dan memakai masker. Siapapun yang tidak memakai masker akan diusir keluar. Debat akan berlangsung selama 90 menit tanpa jeda iklan dan akan dibagi menjadi sembilan segmen. Masing-masing segmen kira-kira berdurasi sepuluh menit.

Susan Page dari Kepala Biro USAToday Washington akan menjadi moderator debat tersebut. Ia penulis buku biografi Barbara Bush.

Baca Juga : Loyo Diawal, Praveen/Melati Harus Puas Jadi unner-Up Di Thailand Open

Dilansir The Guardian, untuk debat ini, Pence telah berlatih dengan Pam Bondi, mantan Jaksa Agung Florida yang memainkan peran sebagai Harris. Sementara Harris telah berlatih dengan Pete Buttigueg, sesama anggota Demokrat yang berperan sebagai Pence.

Sebagai informasi, capres kubu Demokrat Kamala Harris, sangat vokal menyuarakan kritik atas penanganan pemerintahan Trump terhadap pandemi Virus Corona yang telah menewaskan lebih dari 210 ribu warga AS meninggal.

Harris pernah menyentil kebiasaan Trump yang sering berkicau di Twitter. Dia mengatakan, pandemi tidak akan dapat dihentikan dengan hanya menulis di Twitter. Seirama dengan Trump, Pence juga remehkan Covid-19. Dia mengatakan, kepanikan atas virus itu berlebihan.

Baca Juga : Dari 188, Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 126 Kantong Jenazah

Pence juga meremehkan gelombang kedua Covid-19 dan meyakinkan warga AS bahwa pemerintahannya telah memenangkan perang melawan virus. Debat Cawapres satu-satunya ini merupakan salah satu momen kunci kampanye pemilihan umum 2020. [MEL]