RMco.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) RI untuk Korea Utara (Korut), Berlian Napitupulu kembali mempromosikan Indonesia kepada perwakilan asing. Kali ini kepada Dubes Kuba untuk Korut, Jesús de los Ángeles Aise Sotolongo.

Kegiatan yang digelar Kamis (8/10) lalu itu, bertempat di Wisma Duta Besar KBRI Pyongyang. Kegiatan diawali dengan tur singkat ke Galeri Mini Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia di halaman KBRI Pyongyang.

Dalam kesempatan itu, Berlian menjelaskan profil singkat ekonomi, budaya dan wisata Indonesia melalui peta besar Indonesia, poster produk unggulan Indonesia, poster destinasi utama dan benda seni budaya yang terpampang di Galeri mini KBRI Pyongyang.

Berita Terkait : Dubes AS Apresiasi Dukungan Indonesia Atas Insiden Capitol

”Indonesia adalah negara besar di dunia. Panjang Indonesia dari kota paling barat di Sumatra sampai kota paling Timur di Papua, sekitar 6 hingga 7 jam dengan pesawat non-stop. Jarak itu kurang lebih sama dengan Los Angeles dan New York,” jelasnya.

Berlian menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.500 pulau. Termasuk di antaranya lima pulau terbesar, yaitu Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan termasuk Pulau Jawa yang berukuran sebesar Kuba dengan penduduk paling besar yaitu 155 juta orang.

Produk ekspor industri strategis Indonesia pun turut dia paparkan. Seperti panser dan alat-alat berat buatan PT Pindad semisal pesawat CN 235 dan N 219 buatan PT Dirgantara Indonesia, serta kapal laut Landing Patrol and Dock (LPD) buatan PT PAL.

Berita Terkait : Dubes RI di Havana Ungkap Capaian dan Harapan di 2021

Usai mengunjungi galeri mini KBRI Pyongyang, dia mengajak Dubes Kuba bersama istri dan diplomatnya ke Wisma Duta Besar RI untuk jamuan makan malam. Di kesempatan ini, Berlian menjelaskan tentang Batik, yang merupakan warisan leluhur budaya Indonesia yang diakui UNESCO, sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

”Seperti Guajabera, baju khas Kuba, kami orang Indonesia sangat bangga dengan batik,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Berlian, ketika Indonesia memimpin Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun lalu, semua delegasi Indonesia memakai Batik. Termasuk Sekjen PBB António Guterres.

Baca Juga : Respon Kebijakan Dan Sinergi OJK, Stabilitas Sektor Keuangan Di 2020 Terjaga

Atas pertanyaan Dubes Sotolongo, Dubes Berlian menjelaskan, setidaknya ada tiga jenis batik dari segi metode pembuatannya, yaitu batik cap, batik sablon/printing dan batik tulis.

“Batik terindah tentunya batik tulis, karena unik dan hanya dibuat satu saja. Seperti lukisan masterpiece yang dibuat dalam beberapa hari atau minggu. Harganya mulai puluhan hingga ribuan dollar AS,” jelasnya lagi. [DAY]