RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 23 mahasiswa dan mahasiwi program doktor yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indonesia mengikuti kegiatan seminar kemajuan studi dan riset tugas belajarnya di Perancis pada 2020.

Kegiatan seminar ini digelar oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Paris. Menurut Atdikbud KBRI Paris, Prof. Warsito, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memotivasi, agar tugas belajar dapat selesai tepat waktu, mendengarkan permasalahan yang mungkin ada, dan meningkatkan komunikasi akademik antar peneliti.

Kegiatan presentasi kemajuan pendidikan dan riset masing-masing peserta disampaikan selama kurang lebih 7 menit. Pada presentasi ini, peserta dibagi menjadi dua kelompak, guna menghindari kerumunan dalam satu ruangan. Bidang studi mahasiswa doktor di bidang Sains dan Teknologi (Saintek) sebanyak 89 persen dan bidang Sosial dan Humaniora (Soshum) 11 persen. Sementara bidang riset doktor yang paling dominan adalah bidang teknologi informasi dan terapannya.

Baca Juga : Vanessa Angel, Dapat Oleh-oleh Dari Angie

Para mahasiswa juga mendapatkan sumber beasiswa yang beragam. Sebanyak 75 persen merupakan beasiswa dari Pemerintah Indonesia dan 25 persen dari pemerintah Prancis atau Uni Eropa (UE).

Dari Indonesia, antara lain bersumber dari Kementerian Agama atau Ministry of Religious Affairs (MORA) Scholarship berupa Program Beasiswa 5000 Doktor, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri atau disingkat BPPLN.

Kegiatan ini digelar selama dua hari di Grenoble, sebuah kota di wilayah Auvergne-Rhône-Alpes di tenggara Prancis, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, memakai masker, dan tetap menjaga jarak.

Baca Juga : Demokrat Tolak Wacana Pilkada Dan Pemilu Serentak

Salah satu peserta kegiatan, Wisnu Uriawan, mahasiswa doktor di Institut National des Sciences Appliquées de Lyon (INSA Lyon) menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat, karena bisa saling sharing permasalahan selama riset, dan saling memberikan motivasi.

Peserta lain, Dwiria Wahyuni yang baru selesai ujian doktor sehari sebelumnya juga menyampaikan, hubungan baik dengan pembimbing sangat penting dan menjadi bagian penting kelancaran studi.

Diharapkan, setelah selesai masa studi di Perancis para doktor PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ini dapat segera kembali mengabdi kepada bangsa dan negara. [PYB]