RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah dinyatakan negatif Covid-19, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung turun kampanye di Sanford, negara bagian Florida. Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat para pendukungnya.

Kampanye Trump di Sanford, digelar pada Senin (12/10). Kegiatan itu merupakan kampanye perdana Trump usai 10 hari di- rinya dinyatakan positif Corona pada 2 Oktober lalu. Trump sempat dirawat di rumah sakit, Walter Reed National Military Medical Center, Bethesda, Maryland. Dan, keluar dari RS itu pada 5 Oktober.

Trump menyebut Florida sebagai rumah (basis pendukungnya). Dia mengaku senang bisa bertemu para pendukungnya. “Saya sangat bersemangat karena doa-doa Anda dan merasa rendah hati atas dukungan Anda,” kata Trump kepada para pendukungnya.

Di acara ini, Trump melaku- kan salam tos dengan para pendukungnya. Dia mengklaim sudah jauh lebih fit dari biasanya. “Saya (nanti) akan peluk mereka, saya sudah kebal Corona,” tegas Trump dikutip New York Post, kemarin.

Dalam kampanye sekitar 60 menit itu, calon presiden (capres) petahana dari kubu Republik itu mengangkat tema favorit yakni soal ancaman China terhadap ekonomi AS, masalah imigrasi, dan menyoroti keburukan Joe Biden, rivalnya.

Berita Terkait : Demokrat Ungguli Republik, Trump Di Ujung Tanduk Nih

“Kalau saya tidak terdengar seperti politisi, ya karena saya memang bukan politisi,” ujar Trump yang disambut tepuk tangan pendukungnya.

Presiden AS ke-45 itu berjanji akan mengembalikan Amerika ke rakyatnya. Slogan Make America Great Again juga kembali bergaung. “Kami akan terus bekerja dan berjuang. Dan kita akan terus menang, menang dan menang,” cetusnya.

Kampanye Trump bisa dibilang meriah. Animo peserta kampanye cukup tinggi. Seolah mereka memang hadir untuk Trump, bukan untuk Republik.

Bob Kunts (78) misalnya. Ia terdaftar sebagai adalah pemilih Demokrat. Namun dia memilih Trump dalam pemilihan presiden sebelumnya. Menurut Kunts, kampanye Trump itu merupakan yang ke 188 kali didatanginya.

“Massa ini bukan pendukung Republik. Ini adalah pendukung Trump,” ucap Kunts. Dia menuturkan, tidak ada politisi Republik yang membuatnya terinspirasi, selain Trump.

Berita Terkait : Trump Ndablek!

Pendukung Trump lainnya, Travy Willford mengaku tidak takut tertular Trump. “Saya tidak khawatir. Kalian dengar hasilnya negatif kan. Dia sudah hebat dan sudah sembuh,” ujarnya.

Wilayah Sanford tempat Trump mengadakan kampanye di Florida kali ini merupakan wilayah terpinggirkan. Wilayah ini dianggap punya pemilih mengambang yang sangat berharga bagi para capres.

Sejumlah analis menilai Trump tidak akan memenangi negara bagian Florida. Jika prediksi itu terbukti, Trump akan kehilangan 29 suara Electoral College. Angka ini jelas sangat disayangkan. Pasalnya setiap capres harus mendapatkan 270 electoral votes jika mau diresmikan sebagai presiden AS.

Pilpres AS 2020 diperkirakan akan berjalan ketat. Jajak pendapat New York Times menempatkan capres Demokrat Joe Biden di depan. Tetapi jajak pendapat Washington Post menunjukkan bahwa Trump unggul sekitar tiga poin.

Tim Biden yakin dapat menaklukkan Trump di Florida. “Biden berada dalam posisi yang baik untuk menang di sini,” kata tim kampanye Biden di Florida, Jackie Lee.

Berita Terkait : Merasa Lebih Baik Ketimbang 20 Tahun Lalu, Trump Tinggalkan RS

Kritik Kampanye Trump 

Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di AS, mengatakan, mereka yang pulih dari Covid-19 cenderung kebal untuk jangka waktu terbatas. Tetapi ada kasus orang yang pernah terinfeksi Covid-19, kem- bali terkena penyakit ini dalam beberapa pekan atau beberapa bulan kemudian.

Fauci mempertanyakan kebijaksanaan pemerintah membolehkan kampanye dengan pengumpulan massa. “Kami tahu Anda akan menimbulkan masalah ketika melakukan kampanye,” kata Fauci.

Capres Demokrat, Biden juga mengkritik Trump. “Presiden Trump datang ke Sanford, Florida, tanpa membawa apa-apa selain perilaku sembrono, retorika yang memecah belah, dan rasa takut yang berlebihan,” kata Biden dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Associated Press.[DAY]