RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua pekan menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 3 November, calon presiden (capres) dari Partai Demokrat Joe Biden terus menambah dukungan.

Berdasarkan hasil hitung berbagai jajak pendapat, Biden terus mengungguli pesaingnya, Donald Trump, baik di tingkat nasional maupun di wilayah Swing States. Survei yang dilakukan Financial Times dan New York Times pekan ini menunjukkan, secara nasional, kepercayaan warga Paman Sam pada trump terus turun akibat kelalaiannya mengurus pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Trump Untung Apa Buntung

Dari data yang dikumpulkan Real Clear Politics pada 20 Oktober, Trump mendapat dukungan 42,5 persen responden. Namun Biden, unggul dengan 51.1 persen dukungan. Poling yang dilaku kan NBC News/Wall Street juga menunjukkan tren serupa. trump kalah dari Biden dengan perolehan dukungan 4253 persen.

Sedangkan hasil survei Reuters/ Ipsos pekan ini menunjukkan du kungan pada trump di sejumlah wilayah swing state atau wilayah pertempuran para kandidat.

Berita Terkait : Demokrat Ungguli Republik, Trump Di Ujung Tanduk Nih

Di 14 negara bagian swing state, 10 di antaranya mendukung trump pada pilpres 2016. Namun, kini hanya Texas dan Ohio saja yang masih setia kepada Trump. Di negara bagian lain seperti Lowa dan Georgia, Trump nampak kehilangan popularitasnya.

Demikian juga di Michigan dan Wisconsin, menunjukkan angka dukungan besar untuk Biden dengan selisih mencapai 15 persen.

Berita Terkait : Trump Ndablek!

Untuk menambah pundi-pundi dukungan kepada Biden, Barack Obama ikut turun tangan berkampanye di Philadelphia, Rabu (21/10). Presiden AS ke 44 ini meminta warga memilih pasangan caprescawapres Joe Biden - Kamala Harris.
 Selanjutnya