RMco.id  Rakyat Merdeka - Kelakuan Presiden Prancis, Emmanuel Macron bikin geram umat Islam di dunia. Selain banyak komentar yang menyudutkan Islam, Si Macron ini juga terang-terangan melindungi Charlie Hebdo, majalah yang rajin menghina Nabi Muhammad SAW. Kecaman terhadap Macron ramai disuarakan publik. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Presiden Prancis, Najis!!!

Pernyataan kontroversial Macron disampaikan usai insiden tewasnya seorang guru di Prancis bernama Samuel Paty. Guru tersebut tewas dipenggal kepalanya oleh pemuda keturunan Chechen, Abdoullakh Abouye Do Vich Anzorov. Pelaku marah, karena guru tersebut memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad di hadapan para muridnya.

Baca Juga : BNPB Minta Kelompok Rentan Dipisah Di Pengungsian Gempa Sulbar

Menanggapi kejadian itu, Macron menyebut Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia. Dia lantas memerintahkan aparat dan menteri-menterinya untuk mengawasi organisasi masyarakat berbasis komunitas Muslim. Dia juga menutup sejumlah masjid sebagai imbas dari insiden tersebut.

Tak sampai di situ, Macron memperbolehkan karikatur Nabi Muhammad ditampilkan menggunakan proyektor di gedung pemerintahan di Prancis. Persisnya, di gedung balai kota di wilayah Occitanie, yakni Montpellier dan Tou Louse.

Baca Juga : Akhirnya, Jaringan Listrik Terdampak Gempa Di Mamuju Normal Lagi

Proyeksi ini berlangsung lebih dari empat jam pada Rabu (21/10) malam. Padahal, kartun Nabi Muhammad yang dibuat dari Majalah Charlie Hebdo ini, selama ini sudah menuai penolakan.

Umat Islam dunia menganggap, kartun Nabi merupakan penghinaan terhadap Islam. Namun, Macron menilai langkah ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Samuel Paty.
 Selanjutnya