10 Tewas Dalam Insiden Penembakan Sekolah Brazil

Usai Tembak 8 Korban, Pelaku Bunuh Diri

Seorang ibu sedih dan khawatir menyaksikan kejadian di sekolah Raul Brasil Professor, di Suzano dekat Sao Paulo, Brazil.  (Foto Andre Penner/The Associated Press)
Klik untuk perbesar
Seorang ibu sedih dan khawatir menyaksikan kejadian di sekolah Raul Brasil Professor, di Suzano dekat Sao Paulo, Brazil. (Foto Andre Penner/The Associated Press)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua mantan siswa menembak mati delapan orang, kebanyakan dari mereka siswa dan staf, di sebuah sekolah menengah dekat Sao Paulo, Brazil, Rabu (14/3/2019). Pelaku kemudian mengarahkan senjata mereka pada diri mereka sendiri.

Kedua penyerang itu menyerbu masuk ke halaman sekolah pada dini hari dengan membawa senjata revolver kaliber 0,38. "Serta senjata abad pertengahan yang terlihat seperti busur dan anak panah," kata polisi militer Kolonel Marcelo Sales, dilansir AFP. Dua remaja yang mengenakan penutup muka. Kedua penyerang diidentifikasi sebagai bekas murid berusia 17 dan 25. Hingga saat ini alasan di balik serangan itu masih belum diketahui.

Berita Terkait : Grab Gerak Cepat Pecat Driver

Setelah menembaki siswa di halaman, para pembunuh menuju ke pusat bahasa di mana beberapa murid bersembunyi dan kemudian bunuh diri. Para korban dalam kasus ini adalah lima siswa berusia 15 hingga 17 tahun, dua pejabat sekolah berusia 38 dan 59 tahun, serta seorang pemilik cuci mobil berusia 51 tahun yang ditembak para penyerang sebelum mereka tiba di sekolah. Sebanyak 11 orang lainnya terluka.

"Ini hal paling menyedihkan yang pernah saya lihat," kata Gubernur Negara Bagian Sao Paulo Joao Doria.

Berita Terkait : Tersangka Penembakan Pensacola, Ternyata Pernah Diejek Mirip Bintang Porno

Penduduk yang berduka kemudian mengadakan misa di jalanan dekat sekolah, dengan membawa tempat bunga dan lilin untuk memperingati mereka yang tewas. Presiden Jair Bolsonaro pun menyatakan simpatinya atas tragedi itu. Dia mengucapkan dukacita untuk keluarga dari korban dan menyebut serangan itu tidak berperikemanusiaan.

Penembakan-penembakan sekolah jarang terjadi di Brazil. Penembakan sekolah terjadi tahun 2011, ketika 12 anak-anak ditembak mati seorang mantan siswa di Rio de Janeiro. [MEL]