RMco.id  Rakyat Merdeka - Tiga orang dilaporkan tewas dalam aksi penembakan brutal di pusat perbelanjaan dan restoran di Kota Vienna, Austria, dekat Sinagog Staddtempel, Seitenstettengasse, Senin (2/10) pukul 8 malam waktu setempat. Menjelang diberlakukannya lockdown nasional di negara tersebut.

Dua korban tewas adalah warga sipil, dan satu orang lagi adalah pelaku penembakan.

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Pelaku yang tewas itu, diyakini tertembak di dekat Gereja St.Rupert. Ada dugaan, pelaku memakai bom gesper. Namun, polisi belum mengkonfirmasi soal ini.

Sementara 15 orang lainnya, mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Satu polisi turut menjadi korban luka. "Tujuh korban luka berada dalam kondisi parah," ujar Wali Kota Vienna Michael Ludwig, seperti dilansir CNN, Selasa (3/11).

Baca Juga : Awas Zoonosis!

Terkait hal ini, Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer mengingatkan warga Vienna untuk berdiam di lokasi. "Jangan keluyuran di jalan. Situasi Kota Vienna masih sangat mencekam," katanya.

Sementara Kanselir Austria, Sebastian Kurz yang menerjunkan militer untuk mengamankan wilayah Vienna mengatakan, serangan ini cukup terencana.
 Selanjutnya