RMco.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Virus Corona memaksa semua orang untuk menghindari berkumpul dalam jumlah besar di satu ruangan tertutup. Namun hal ini tidak membuat panitia Europe on Screen (EoS) patah arang. Ajang tahunan perwakilan Uni Eropa ini tetap memanjakan pecinta film di Tanah Air dengan memanfaatkan teknologi.

Dalam EoS ke-20 yang berlangsung pada 16 hingga 30 November ini, para penikmat film bisa menikmati film pilihan lewat situs Festival Scope. Berkat portal virtual itu pula, semua penikmat film di seluruh penjuru tanah air bisa menonton film kontemporer terbaik Eropa.

Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket. (Foto IST)

Berita Terkait : Dubes Uni Eropa Ajak Indonesia Peduli Perubahan Iklim

Ada 40 film panjang dari 25 negara Eropa dan 1 kompilasi film pendek pemenang kompetisi Short Film Pitching Project EoS 2019 yang dapat diakses dari rumah. “Tentunya, kita akan merindukan layar perak dan hiruk pikuk kerumunan memasuki ruang bioskop,” kata Duta Besar Uni Eropa, Vincent Piket dalam acara peluncuran EoS ke 20 secara virtual pada Senin (2/11).

“Kami akan mengkompensasi dengan menyajikan pilihan film terbaik dan terbaru Eropa, dan dengan jangkauan geografis yang lebih luas. Yaitu seluruh 34 provinsi, dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua,” sambungnya.

Baca Juga : Halodoc Jadi Platform Healthtech Pertama Yang Sediakan Metode Tes Covid-19 Teranyar

Selain itu, ada banyak workshops untuk mendorong orang muda agar tahu cara mengirim karya ke Eropa. Selain pemutaran film, EoS mengadakan program Film Talks, yang merupakan sesi tanya jawab langsung dengan sejumlah praktisi perfilman Eropa. Selain itu, ada pula lokakarya intensif menulis skenario film bersama Domenico La Porta, penulis skenario dan editor utama situs data film Cineuropa.[DAY]